Bacaan Ketika Bertemu Musuh dan Penguasa

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Kami ketengahkan pada kesempatan ini doa dan dzikir bertemu musuh, penguasa dan atau kaum lain yang kita meminta kemenangan atas mereka dan berlindung kepada Allah atas kejahatan dan kezaliman mereka; seperti biasa kami sertakan matan dan syarah doa-nya dan dilaman muka ini kami kutip matan-nya:

1. Doa Bertemu Dengan Musuh dan Penguasa

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya dalam berhadapan dengan kami). Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan mereka.”

اَللَّهُمَّ أَنْتَ عَضُدِيْ، وَأَنْتَ نَصِيْرِيْ، بِكَ أَجُوْلُ، وَبِكَ أَصُوْلُ، وَبِكَ أُقَاتِلُ

“Ya Allah! Engkau adalah lenganku (pertolongan-Mu yang kuandalkan dalam menghadapi lawanku). Engkau adalah pembelaku. Dengan pertolongan-Mu aku menang, dengan pertolongan-Mu aku menyergap dan dengan pertolongan-Mu aku berperang”

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

“Cukuplah Allah bagi kami. Dan Dia-lah, Tuhan yang paling tepat dipasrahi (dalam menghadapi segala urusan).”

2. Doa Orang yang Takut Kezhaliman Penguasa Baca pos ini lebih lanjut

Menzhalimi Rakyat Adalah Dosa Besar

Nama eBook: Menzhalimi Rakyat Termasuk Dosa Besar
Penulis: Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari حفظه الله

Alhamdulillah, kita memuji Allah ta’ala dan bersyukur kepadanya, kemudian kita sampaikan salam dan shalawat kepada Rasulullah Muhammad, keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mreka dengan baik hingga hari yang dijanjikan, amma ba’du:

Mentaati pemerintah Muslim dalam perkara yang bukan maksiat merupakan kewajiban agama yang telah disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Bahkan ini merupakan salah satu prinsip Ahlus Sunnah yang menyelisihi para ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu.

Sebaliknya pemerintah yang menjadi pemimpin harus menjalankan kewajibannya dengan sebaik-baiknya, karena di akhirat pasti akan dituntut tanggungg jawab. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ فِي أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا، وَالْخَادِمُ فِي مَالِ سَيِّدِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Baca pos ini lebih lanjut