Sikap Kepada Orang Awam

Nama eBook: Sikap Terbaik Terhadap Orang Awam
Penulis: Ustadz Yulian Purnama حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Dalam keseharian kita dalam berbagai lapangan kehidupan dan juga termasuk dalam hal agama, kita akan menemui orang yang awam, dalam hal ini kita hendaknya bersikap sebagaimana dalam hadits berikut:

عَنْ أَبِي بِشْرٍ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي إِيَاسٍ، قَالَ: سَمِعْتُ عَبَّادَ بْنَ شُرَحْبِيلَ – رَجُلًا مِنْ بَنِي غُبَرَ – قَالَ: أَصَابَنَا عَامُ مَخْمَصَةٍ، فَأَتَيْتُ الْمَدِينَةَ، فَأَتَيْتُ حَائِطًا مِنْ حِيطَانِهَا، فَأَخَذْتُ سُنْبُلًا فَفَرَكْتُهُ وَأَكَلْتُهُ، وَجَعَلْتُهُ فِي كِسَائِي، فَجَاءَ صَاحِبُ الْحَائِطِ، فَضَرَبَنِي وَأَخَذَ ثَوْبِي، فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ لِلرَّجُلِ :”مَا أَطْعَمْتَهُ إِذْ كَانَ جَائِعًا، أَوْ سَاغِبًا، وَلَا عَلَّمْتَهُ إِذْ كَانَ جَاهِلًا” ، فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَرَدَّ إِلَيْهِ ثَوْبَهُ، وَأَمَرَ لَهُ بِوَسْقٍ مِنْ طَعَامٍ، أَوْ نِصْفِ وَسْقٍ

Dari Abu Bisyr Ja’far bin Abi Iyyas, ia berkata, aku mendengar ‘Abbad bin Syurahbil (seorang lelaki dari Bani Ghubar) berkata:

“Aku mengalami masa paceklik. Maka aku pun datang ke kota Madinah. Ketika itu aku sampai di salah satu kebun yang ada di Madinah. Kuraup kurmanya dan kumakan, dan sebagian kusimpan di bajuku. Lalu pemilik kebun datang. Ia memukulku dan mengambil bajuku. Aku pun datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Aku ceritakan kejadian tersebut. Maka Rasulullah pun berkata kepada pemilik kebun:

‘Mengapa engkau tidak beri makan orang ini jika memang ia kelaparan? Mengapa engkau tidak ajari ia jika memang ia tidak paham?‘

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan pemilik kebun mengembalikan pakaiannya dan memberikannya setengah atau satu wasaq kurma”.

Demikianlah agama ini mengajarkan semua sisi kehidupan dan petunjuk gai kita semua, hadits ini mempunyai banyak faidah yang disebutkan penulis, silahkan membacnya…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Baca pula:
Mendakwahi Orang Awam

Rumah Idaman Tak Melanggar Syari’at

Nama eBook: Rumah Idaman Tidak Melanggar Syari’at
Penulis: Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد

Pada pendahuluan eBook ini penulis berkata:

Rumah adalah bagian dari hidup kita. Dengan adanya rumah, seorang muslim bisa membangun keluarga yang diidam-idamkan. Rumah adalah madrasah dan tempat ibadah. Rumah juga penutup aurat. Bahkan tidak jarang orang mencari nafkah dengan bekerja di rumahnya.

Nikmat ini akan bertambah indah jika rumah tersebut tidak melanggar agama dari sisi perhiasannya. Bagaimana cara menghiasi dan membaguskan rumah yang benar? Ikuti ulasan dalam ebook ini.

Kemudian penulis menjelaskan bolehnya menghiasi rumah serta apa sebenarnya rumah yang paling indah, selanjutnya beliau menjelaskan hukum beberapa hal yang biasanya terdapat dirumah yakni:

  1. Alas Lantai
  2. Menutup Dinding
  3. Bel
  4. Perabot
  5. Foto dan Patung

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

5 Kiat Anti Galau

Nama eBook: 5 Kiat Mengatasi KEGUNDAHAN HIDUP
Penulis: Ustadz Abu Abdilah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله

الْحَمْدُ لِلَّهِ وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Pada pengantar penulis -semoga Allah menjaganya- berkata:

Sebagian orang, ada yang merasa kehidupannya selalu diselimuti dengan perasaan galau, gundah, dan tidak tenang. Perasaan ini seringkali muncul ketika problem kehidupan meningkat sedangkan imannya melemah.

KETAHUILAH, ketaatan kepada Allah عزّوجلّ di yang diwujudkan dengan amal shalih adalah cara terbaik dalam meraih kebahagiaan, ketenangan, dan pengusir rasa gundah. Tidaklah kebaikan dunia terwujud kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah.

Kemudian penulis menyebutkan lima kiat untuk mengusir Galau yakni:

  1. Membaca al-Qur’an dengan Tadabur
  2. Shalat Tahajud
  3. Berteman dengan Teman yang Shalih
  4. Puasa, dan
  5. Dzikrullah

Bacalah ulasan beliau dalam ebook ini, semoga Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kepada kita kehidupan yang baik di dunia dan akhirat, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Doa I’tidal, Duduk Antara 2 Sujud dan Tasyahud

Alhamdulillah, selanjutnya shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga suatu hari yang pasti, amma ba’du:

Setelah sebelumnya kami posting berbagai doa khususnya ketika doa dalam ibadah sholat, maka berikut ini kami posting pula bacaan bangkik dari rukuk, doa i’tidal, doa duduk antara dua sujud dan tasyahud, disertai syarahnya yang kami salin dari kitab syarah Hisnul Muslim, semoga bermanfaat…

1. DOA I’TIDAL

Bangkit dari ruku’ membaca:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

“Allah mendengar orang yang memuji-Nya”

Kemudian setelah berdiri lurus, mengucapkan:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

“Wahai Rabb kami, dan hanya bagi-Mu segala puji”

Terkadang menambahkan dengan doa: Baca pos ini lebih lanjut

Aku Bukanlah yang Terbaik

Nama eBook: Aku Bukanlah yang Terbaik
Penulis: Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد

Pada pendahuluan eBook ini penulis berkata:

Awalnya, semua terasa indah. Namun, ketika badai mulai menyapa, batu karang ujian menghadang, petir-petir kemarahan menyambar, awan pekat menyelimuti, akhirnya tangis pilu mengiris hati pun meledak tidak terbendung. Itulah manis pahit kehidupan. Semuanya harus diterima sebagai sunatullah. Kadang kita menangis dan terkadang kita tertawa. Semua itu berada di bawah kehendak Allah عزّوجلّ.

“Tak ada gading yang tak retak.” Mungkin peribahasa ini sudah sering terlintas di telinga kita. Kandungan peribahasa ini sering kita jumpai dalam kehidupan kita, apalagi dalam kehidupan berumah tangga yang penuh dengan problem.

Kehidupan berumah tangga akan indah jika masing-masing anggotanya mendapat ketenteraman. Sementara itu, ketenteraman akan terwujud jika sesama anggota keluarga saling menghargai dan memahami tugas masing-masing. Namun, tatkala hal tersebut tidak ada, maka lubang kehancuran ada di depan mata.

Bagaimana caranya agar kita bisa memahami kekurangan masing-masing pasangan? Ikuti ulasan berikut ini, jawabannya akan Anda temukan.

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Doa-doa Rukuk dan Sujud

Alhamdulillah, selanjutnya shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat, amma ba’du:

Salah satu yang djelaskan para ulama dimana didalamnya terdapat variasi amalan yang dibolehkan adalah dzikir-dzikir dalam sholat diantaranya adalah do’a-do’a ketika ruku’ dan sujud, syaikh Muhammad Nashir al-Albani dalam bukunya yang fenomonel Sifat Sholat Nabi صلى الله عليه وسلم menyebutkan 7 (tujuh) do’a ketika ruku’ dan 12 (dua belas) do’a ketika sujud yang kami turunkan sebagiannya dilaman ini. Dalam eBook disertai syarah sebagian do’a-do’a tersebut yang kami salin dari kitab syarah Hisnul Muslim, semoga bermanfaat…

1. DOA-DO’A RUKU’

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ

“Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung”. (dibaca 3 x)

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِـحَمْدِهِ

“Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya”. (dibaca 3 x)

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ، رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ

“Mahasuci lagi Maha Kudus, Tuhan semua malaikat dan Ruh”

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ

“Mahasuci Engkau, wahai Tuhan. Segala puji bagi-Mu. Ya Allah! Ampunilah aku.”

سُبْحَانَ ذِي الْـجَبَرُوْتِ وَاْلـمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

“Mahasuci tuhan yang memiliki keperkasaan, segala kekuasan, kebesaran dan keagungan”.[]

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Nabi adalah Doa Terbaik

Nama eBook: Do’a Nabi, Do’a Terbaik
Penulis: Ustadz Muhammad Nur Ichwan Muslim حفظه الله

Pengantar:

لحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Sahabat yang mulia Al- Barra bin ‘Azib radhiallahu ‘anhu pernah diajari doa tidur oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan lafazh:

اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِى إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ، رَهْبَةً وَرَغْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ

“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu,menghadapkan wajahku kepada-Mu, menyerahkan semua urusanku kepada-Mu, menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena mengharap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancaman-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kepada nabi yang Engkau utus.”

Ketika Al Barra mencoba menghafal do’a di atas, beliau keliru dan mengganti lafadz ( نَبِيِّكَ ) dengan ( رَسُولِكَ ), nabi pun menegur dan mengoreksinya bahwa yang benar adalah lafadz ( نَبِيِّكَ ).

Baca pos ini lebih lanjut

Tidak Melampaui Batas Dalam Berdo’a

Nama eBook: Tidak Melampaui Batas Dalam Berdo’a
Penyusun: Ustadz ‘Ashim bin Musthofa حفظه الله

Pengantar:

Allah azza wa jalla berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً  إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

 Berdo’alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. al-A’raf/7 : 55)

Demikianlah Allah ta’ala berfirman kepada kita yang mana dalam firman Allah ini tercakup beberapa pelajaran yakni:

  1. Perintah Berdoa
  2. Berdoa dengan merendahkan diri
  3. Berdoa dengan suara yang lembut/lirih
  4. Larangan melampaui batas termasuk dalam berdoa
  5. Tidak memperhatikan adab adab berdoa (poin 2-4) dapat mempengaruhi terkabulnya doa
  6. Penetapan sifat mahabbah Allah azza wa jalla.

Dalam eBook ini akan dijelaskan masalah-masalah dalam poin tersebut diatas (1-5) beserta contoh melampai batas dalam berdoa tersebut, semoga kita dapat mengamalkannya dan meninggalkan tradisi yang malah menyelisihi kandungan ayat Allah ta’ala yang agung ini, amin…

Download:

Download CHMatau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Tulisan terkait:
Dzikir Berjama’ah Dalam Pandangan Madzhab Syafi’i

Dunia yang Fana

Nama eBook: Dunia yang Fana
Penyusun: Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin حفظه الله

Pengantar:

اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى النَّبِـيِّ الْـمُصْطَفَى وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ، أَمَّ بَعْدُ

Banyak orang lupa atau tidak sadar bahwa dunia hanya sebagai tempat peristirahatan sementara dan tempat tinggal sejenak untuk mencari bekal perjalanan menuju kampung akhirat. Oleh karena itu dunia hanya sebagai lahan untuk beramal dan tempat untuk beribadah kepada Allah عزّوجلّ, sedangkan akhirat sebagai kampung menuai balasan dan memetik pahala, seperti firman Allah عزّوجلّ:

Selayaknya kita bersiap diri meninggalkan kampung dunia menuju kampung akhirat dengan selalu menambah simpanan kebaikan, bersegera memenuhi panggilan Allah, memperbanyak bekal dan bertobat dengan tobat nasuha, kalau tidak, kita pasti akan tertipu fatamorgana dunia, sedang tabiat dunia hanya satu, dunia meninggalkan kita atau kita meninggalkan dunia. Manakah lebih dahulu menghampiri kita, hanya Allah yang Maha Mengetahui dan Menentukan.

Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم memegang pundakku, lalu bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رضي الله عنهما يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

“Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.” Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata: “Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore, dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit, dan waktu hidupmu sebelum kamu mati,” (HR. Bukhari No. 6416).

Penulis -semoga Allah menjaganya- menjelaskan hakikat dunia dan banyaknya fitnah didalamnya dan untuk itu semua sikap Qona’ah-lah yang bisa menangkal itu semuanya.

Download:

Download CHMatau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Keutamaan 4 Dzikir

Nama eBook: Mutiara Empat Dzikir
Penyusun: Syaikh Prof. Abdurrozzaq al-Badr حفظه الله

Pengantar:

Doa dan dzikir adalah makanan jiwa sebagimana fisik membutuhkan nutrisi dan gizi, maka gizi dan nutrisi jiwa adalah dengan mengingat (dzikir) kepada Allah azza wa jalla. Allah berfirman:

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra’du/13: 28)

Berikut ini -dalam eBook- Syaikh yang mulia Prof. Abdurrozzaq al-Abbad al-Badr menjelaskan tentang keutamaan empat dzikir, dzikir tersebut ialah sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

أَحَبُّ اَلْكَلَامِ إِلَى اَللَّهِ أَرْبَعٌ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ سُبْحَانَ اَللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ، وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

“Ucapan yang paling disukai Allah itu empat engkau boleh memulainya dengan kalimat mana saja yaitu: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu akbar. (HR. Muslim)

Download:

 Download PDF atau Download PDF