Ulbah bin Zaid: Kedermawanan sang Fakir

Al-lmam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Kitab al-Bidayah wa Nihayah menceritakan seorang sahabat bernama Ulbah bin Zaid al-Haritsi radhiyallahu ‘anhu.

Ketika itu, musim panceklik sedang melanda Madinah. Ekonomi kaum muslimin sedang sulit. Musim panas sedang berada di puncaknya. Angin musim itu juga membawa hawa panas, debu-debu beterbangan mengotori atap-atap dan halaman rumah penduduk kota Madinah, kulit serasa diiris, mata perih seperti diteteskan air cuka pada luka.

Pada kondisi yang demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan seruan Jihad ke daerah Tabuk, Beliau mengajak para dermawan untuk menginfakkan harta mereka demi keberangkatan pasukan prihatin ini, dalam sejarah dikenal dengan Jaisyul ‘Usroh.

Para munafiqin gelisah dengan perjalanan jauh di musim itu. Mereka selalu mengatakan: “Seharusnya keberangkatan tidak musim panas ini”; adapun kaum muslimin seperti yang saksikan sahabat Ulbah, ia melihat kesibukan yang dilakukan kaum muslimin untuk persiapan jihad ke Tabuk. la melihat kaum muslimin dari seluruh pelosok negeri tinggal dan menetap di tanah kelahirannya, yaitu Madinah, untuk menunggu hari keberangkatan mereka berjihad.

Para sahabat seperti Abu bakar, Umar, Abdurrahman, Abbas, Thalhah, Sa’ad bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah dan para sahabat lainnya radhiyallahu ‘anhum baik yang kaya maupun sedikit harta berlomba-lomba menginfakkan hartanya untuk jihad tersebut.

Adupun Ulbah bin Zaid al-Haritsi radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang miskin tak memiliki apapun, melihat kaum muslimin berinfak dan bersiap menuju jihad, pulanglah Ulbah radhiyallahu ‘anhu membawa semua kesedihannya. Ketika senja sudah menutupi bumi, dan malam pun telah larut, Ulbah belum bisa memejamkan matanya sekejap pun. Yang dapat ia lakukan adalah berbolak-balik ke kiri dan ke kanan di atas tikar tidurnya, apa yang dapat dia infakkan untuk jihad, karena dalam perang ini Rasulullah tidak membawa pasukan yang tidak memiliki kenderaan, ia menangis….mengadu kepada Allah dan bersedekah…

Apakah yang disedekahkan oleh Ulbah radhiyallahu ‘anhu, padahal ia tidak memiliki harta, bahkan Rasulullah di shubuh hari berkata kepadanya, “Bergembiralah Ulbah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh sedekahmu malam dini hari tadi telah ditetapkan sebagai sedekah yang diterima.”, silahkan baca eBook-nya….

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Iklan

Peminjam Dinar yang JUJUR

Al-lmam Bukhori rahimahullah dalam kitab Shohih-nya telah mengkisahkan dengan sanadnya dari sahabat Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwasanya Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

Sesungguhnya ada seorang laki-laki dari bani Isro’il meminjam kepada temannya uang seribu dinar. Maka pemilik uang (yang dimintai pinjarman) mengatakan: “Datangkan kepadaku para saksi yang akan kujadikan sebagai saksi!” Peminjam menjawab: “Cukuplah Alloh sebagai saksinya. “Pemilik uang berkata: “Datangkan kepadaku orang yang menanggungnya!” Peminjam menjawab: “Cukuplah Alloh sebagai penanggungnya.” Pemilik uang berkata: “Engkau benar.” Lalu pemilik uang memberikan (pijaman itu) kepadanya dengan tempo tertentu, lalu si peminjam beranjak ke laut untuk menyelesaikan urusannya.

Tatkala sudah jatuh tempo untuk membayarnya, si peminjam mencari-cari kapal yang datang (untuk pulang ke negerinya, red.) agar ia bisa membayar hutangnya tersebut. Akan tetapi, ia tidak mendapatkannya. Kemudian ia mengambil sepotong kayu, melubanginya, serta memasukkan uang seribu dinar ke dalamnya beserta secarik kertas (yang ia tulis) untuk saudaranya (pemberi pinjaman), lantas ia menutup kembali lubang tersebut dan pergi ke tepi laut seraya mengatakan:”Ya Alloh, sesungguhnya Engkau tahu bahwa dulu aku telah meminjam uang seribu dinar kepada si fulan, kemudian ia memintaku mendatangkan seorang penanggung lalu aku katakan cukuplah Alloh sebagai penanggungnya maka ia pun ridho dengan-Mu, dan juga ia meminta untuk didatangkan seorang saksi maka aku katakan pula cukuplah Alloh sebagai saksinya maka ia pun ridho dengan-Mu, dan sungguh aku telah berusaha mencari kapal agar aku dapat mengirimkan sesuatu yang menjadi haknya tersebut. Akan tetapi, aku tidak mendapatinya, maka aku titipkan uang barang ini kepada-Mu.” Kemudian ia melemparkan kayu tersebut ke lautan, kayu tersebut pun lenyap dari pandangannya. Kemudian ia beranjak dari tempat itu dan ia masih terus mencari-cari kapal yang datang ke negerinya.

Maka keluarlah laki-laki yang dulu meminjamkan uangnya, ia menunggu kalau-kalau ada kapal yang datang dan membawa hartanya tersebut. Tiba-tiba ia melihat sepotong kayu, kemudian ia mengambil dan membawanya pulang sebagai kayu bakar. Tatkala membelahnya, ternyata ia menemukan uang seribu dinar dan sepucuk surat (untuknya).

Setelah itu, datanglah orang yang dulu pernah meminjam uang kepadanya, dengan membawa uang seribu dinar untuk dibayarkan kepadanya. Si peminjam berkata: “Demi Alloh, aku selalu berusaha mencari kapal agar aku bisa menemuimu dan melunasi hutangku, namun aku tidak pernah menjumpainya kecuali waktu ini.” Pemberi pinjaman menjawab: “Bukankah engkau dulu pernah mengirimkan sesuatu kepadaku?” Peminjam menjawab: “Aku telah kabarkan kepadamu bahwa aku tidak pernah mendapatkan satu kapal pun sebelum ini.” Pemberi pinjaman menjawab: “Sesungguhnya Alloh telah menyam-paikan apa yang telah engkau kirimkan kepadaku lewat kayu tersebut.” Kemudian si peminjam pergi dan membawa kem-bali uang seribu dinar dengan hati yang lega. (HR. Bukhori dalam Kitab al-Kafalah bab “al-Kafalah fil Qord wad Duyun bil Abdan wa Ghoirihi”: 2290)

Baca faedah yang dapat diambil dari kisah ini dengan mendownload eBooknya, semoga bermanfaat…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Nuhbatul Fikar: Arab dan Inggris, Audio Arab dan Nuzhatin Nazhar

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah ta’ala dan memuji-Nya dengan pujian yang tidak kering lisan mengucapkannya, selanjutnya sholawat dan salam bagi nabi kita, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti sunnah mereka hingga hari kiamat. Amma ba’du:

Masih tentang Kitab Nukhbatul Fikar silahkan di download (untuk download klik gambar jenis filenya) semoga bermanfaat:

  1. Matan Nukhbatul Fikar dalam bahasa Arab Download Wordmirror Download Word,
  2. Matan dan Terjemah Nukhbatul Fikar dalam bahasa Inggris Download PDFmirrorDownload PDF,
  3. Audio Matan Nukhbatul Fikar dalam bahasa Arab,
  4. Nuzhatin Nazhar Syarah terhadap Nukhbatul Fikar dalam bahasa Arab Download Word mirrorDownload Word, dalam catatan kaki diterangkan perbedaan lafazh yang sampai kepada kita,
  5. Nuzhatin Nazhar Syarah terhadap Nukhbatul Fikar dalam bahasa Arab Download PDFmirrorDownload PDF,
  6. Audio Kajian Nukhbatul Fikar oleh Ustadz Dzulqarnain dalam satu folder Download ZIP atau via Archive.Org atau via Torrent

Syarah Kitab Nukhbatul Fikar

اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى النَّبِـيِّ الْـمُصْطَفَى وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ، أَمَّ بَعْدُ

Kembali kami menghadirkan kajian terhadap kitab Nukhbatul Fikar karya Imam Ibnu Hajar rahimahullah, kalau sebelumnya terjemahan matan dan kajian audio kitab tersebut, pada kesempatan ini –alhamdulillah– kami menemukan penjelasan untuk kitab ini di slideshare.

Syarah ini walau tidak mencakup semuanya, tapi telah menjelaskan dengan baik banyak hal yang disebutkan penulis, bagi yang mempunyai kemampuan bahasa arab tentunya dianjurkan membaca syarah yang ditulis sendiri oleh Ibnu Hajar dalam kitab  Nuz-hatun Nazhar Fii Taudhiih Nukhbatil Fikar.

Kami berharap dengan hadirnya syarah kitab Nukhbatul Fikar ini dalam bahasa kita, menambah kepahaman kita, semakin cinta kepada hadits dan bersemangat dalam menjalankannya.

Download:
Download PDF mirror Download PDF

Kajian Kitab Nukhbatul Fikar

Alhamdulillah, kita memuji Allah ta’ala dan bersyukur kepadanya, selanjutnya sholawat dan salam bagi nabi kita, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti sunnah mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Maka telah kita posting sebelumnya matan dan terjemahan Nukhbatul Fikar, tentu dengan membacanya semata belumlah kita dapat memahami-nya dengan baik. Untuk menambah kepahaman kita dikesempatan yang mulia ini kami ketengahkan kajian (dalam bentuk audio) yang mengkaji kitab ini dari tiga orang ustadz yang mulia, berikut list dan link downloadnya:

A. Oleh Ustadz Badrusalam, Lc

  1. Syarat Hadits Mutawatir, Hadits Ahad, dan Hadits Shahih
  2. Penjelasan tentang Ziyadatuts Tsiqah
  3. Penjelasan tentang Sanad Mutaba’ah
  4. Penjelasan tentang Hadits Maqbul
  5. Penjelasan tentang Hadits Mursal dan Hadits Munqathi
  6. Sebab Seorang Rawi Hadits Dicela
  7. Hadits Matruk dan Hadits Munkar

Sumber Radio Rodja

B. Oleh Ustadz Abdullah Taslim, Lc, MA

  1. Keutamaan Ahli Hadits
  2. Nukhbatul Fikr 01
  3. Nukhbatul Fikr 02
  4. Nukhbatul Fikr 03
  5. Nukhbatul Fikr 04

Sumber Kajian.Net

C. Oleh Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sanusi:

  1. 01. Wasiat-Wasiat bagi Siapa Saja yang Mempelajari Ilmu Hadits; Judul Buku; Biografi Penulis
  2. 02. Perhatian Ulama terhadap Kitab Nukhbah Al-Fikar; Khutbah Al-Hajah; Karya Ulama dalam Ilmu Musthalah; Sebab & Metodologi Penulisan Buku; Definisi Khobar
  3. 03. Definisi & Pembagian Khobar; Thuruqul & Sanad Hadits; Hadits Mutawatir; Hadits Masyhur; Hadits ‘Aziz
  4. 04. Hadits Gharib; Hadits Ahad
  5. 05. Tingkat Keshahihan Hadits; Hadits Shahih; Seputar Al-Bukhary & Muslim
  6. 06. Ziyadah Tsiqah; Mahfudz; Syadz; dan lain-lain
  7. 07. Pembagian Lain Mardud; Keterputusan Sanad; Mu’allaq; Mursal; Mu’dhal; Munqathi’
  8. 08. Pembagian Lain Saqath Sanad; Mudallas; Mursalul Khafiy; Tha’n
  9. 09. Definisi & Hukum Kadzib; Tuhmah; Fuhsyul Gholath; Al-Ghaflah; Al-Fisq; Al-Wahm; Mukhalafah
  10. 10. Mu’allal; Mudraj
  11. 11.Maqlub; Al-Mazid Fi Muttashil Asanid; Mudhtharib; Mushahhaf & Muharraf; Def Meringkas Had
  12. 11.2. Pertanyaan
  13. 12. Jahalah; Al-Wuhdan; Mubham; Pembagian & Hukum Jahalah & Bid’ah; Su’ul Hifz; Ikhtilath; dan lain-lain
  14. 13. Al-‘Uluw & An-Nuzul; Al-Aqran; Mudabbaj; Al-Akabir dari Ash-Shaghir; Ash-Shaghir dari Al-Akabir
  15. 14. Bentuk Periwayatan Hadits; ‘An-‘anah; Ijazah; Munawalah; Wijadah; Wasiat Riwayat; Al-‘Ilam
  16. 15. Al-Muttafiq & Al-Muftariq; Al-Muttalif & Al-Mukhtalif; Al-Mutasyabih; Rangkaian & Pembahasan Thaba
  17. 16. Tingkatan & Kaidah Al-Jarh & At-Ta’dil; Kunyah & Nisbah Rawi; Maula; Ikhwah & Akhawat; dan lain-lain
  18. 16.2. Pertanyaan
  19. 17. Definisi & Manfaat Takhrijul Hadts; Makna & Buku-Buku Al-Mashadir Al-Ashl; dan lain-lain
  20. 18. Buku-Buku Al-Mashadir Al-Ashli; Praktik Takhrijul Hadits pada Hadits Sunan At-Tirmidzy & Abu Dawud
  21. 19. Pengenalan Al-Masanid; Al-Ma’ajim; Takhrij dengan Menggunakan Matan
  22. 20. Mentakhrij dengan  Menggunakan Tema Atau Makna Hadits; Buku-Buku yang Memuat Takhrijul Hadits
  23. 20.2. Pertanyaan

Download ZIP Folder atau via Archive.org

Sumber Dzulqarnain.Net

Matan dan Terjemah Nukhbatul Fikar

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد

Allah Tabaraka wa Ta’ala menjaga agama ini dari berbagai penyelewengan yang dilakukan oleh berbagai orang dari latar belakang yang beragam dengan berbagai maksud pula.

Agama Islam adalah apa yang di firman Allah dan apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam dan diamalkan olehnya bersama para sahabatnya, selain yang demikian hanyalah igauan belaka.

Menjaga hadits dari Nabi shallahu ‘alaihi wasallam adalah salah satu jihad yang utama, bagaimana tidak… tanpa mengetahui mana hadits yang benar-benar dari beliau maka agama ini akan hilang dan orang bisa berbuat sesukanya dengan menisbatkan hal tersebut kepada Nabi shallahu ‘alaihi wasallam.

Untuk mengetahui keshahihan sebuah hadits para ulama telah meletakkan berbagai aturan yang dikenal dengan ulumul hadits (mustholah hadits). Ilmu hadits salah satu ilmu yang paling luas cakupannya diantara ilmu syari’at, ilmu ini mempunyai banyak cabang dengan berbagai istilah yang mesti diketahui maknanya.

Salah satu kitab ringkas yang menghimpun keterangan dalam ilmu hadits yang diakui dan dikaji para ulama dari masa kemasa adalah Nukhbatul Fikar karya al-Imam al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani.

Menghadirkan dalam bahasa kita Indonesia cukup sulit karena banyaknya bahasan dan istilah yang tidak mudah mencari padanannya dalam bahasa kita, walau demikian tetap kami share terjemahan ini -dengan segala kekurangan-, semoga memberi manfaat setidaknya mengenalkan kepada kita akan ilmu hadits yang mulia ini.

Download:
Download PDF mirror Download PDF

Biografi Imam Malik

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah ta’ala dengan pujian yang mana lisan kita selalu memuji-Nya, selanjutnya sholawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad bin Abdillah, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti sunnah mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Islam adalah agama yang Allah ‘Azza wa Jalla ridhai. Di antara bentuk keridhaan-Nya adalah menjaga agama Islam ini dari kepunahan dan kerusakan. Satu di antara bentuk penjagaan itu ialah dengan memunculkan para ulama sebagai penerus dan pewaris Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam rangka menyampaikan risalah suci kepada manusia, membela dan mempertahankannya dari gangguan ‘tangan-tangan’ musuh Islam dan muslimin, yang tidak senang dengan langgengnya kemurnian Islam, baik dari orang-orang kafir, kaum munafik, ahli bid‘ah atau siapa saja yang serupa dan mengikuti jejak mereka.

Banyak sekali ulama Islam yang muncul setelah masa kenabian, dan salah satunya adalah yang ingin kami hadirkan ke hadapan para pembaca guna mengambil pelajaran dan ibrah dari perjalanan hidupnya. Dia adalah salah satu dari empat imam dari generasi ketiga yang tentu tidak asing lagi di telinga kita yakni Imam Malik rahimahullah.

la adalah Malik bin Anas bin Malik bin Abu Amir Al-Ashbahi Al-Himyari Al-Madani. Ibunya bernama Wliyah binti Syuraik Al-Azdiyah.

Baca pos ini lebih lanjut

Biografi Imam Hasan al-Bashri

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Pada kesempatan ini kita ketengahkan seorang ulama besar zaman tabi’in, seorang yang diambil fiqih dan haditsnya, dan sangat terkenal dalam bidang Tazkiyatun Nufus karena ke-zuhud-annya.

al-Hasan Abu Sa’id putra dari Abi al-Hasan yang bernama Yassar, adapun kata al-Bashri yang disandangnya adalah penisbatan kepada kota dimana ia tinggal dan menghabiskan umurnya. Ibu dari al-Hasan yang bernama Khairah adalah maulaUmmu Salamah Ummul Mu’minin.

Beliau lahir dua tahun terakhir dari masa kekhalifahan Umar bin al-Khathab, Bayi yang Allah berkati dengan do’a para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, do’a khalifah Umar bin al-Khathab, dengan do’anya, “Ya Allah jadikan anak ini orang yang faqih dalam urusan agama, dan jadikan ia orang yang dicintai manusia.” Ditambah regukkan susu dan asuhan Isteri Baginda nabi yang mulia Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha.

Beliau banyak meriwayatkan hadits dari sahabat nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, baik secara langsung maupun tidak langsung seperti Anas bin Malik, Abdullah bin Mughaffal, Abdurrahman bin Samurah, Amr bin Taghlib, dan dari Ahmar (bin Juz’ as-Sadusi).

Para ulama pada masanya dan sesudahnya banyak menyampaikan untaian pujian kepada beliau, dilaman muka ini cukuplah kami sampaikan sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mensifatinya sebagai orang yang sangat kuat hapalannya. Dan berkata, “Belum pernah kedua mataku melihat orang yang paling faqih daripada al-Hasan.”

Beliau Wafat kamis ba’da ashar pada bulan rajab tahun 110 H, kota Bashrah dan seluruh umat Islam pada saat itu berkabung, dengan perginya seorang ulama umat. silahkan simak biografi beliau lebih lengkap dalam eBook ini….

Download:

Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Kepribadian Rasulullah

Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab/33:21)

Sebab hal tersebut semestinyalah kita mempelajari kehidupan beliau shallallahu ‘alahi wasallam baik berupa perkataan maupun perbuatan beliau shallallahu ‘alahi wasallam, agar dapat kita contoh dalam kehidupan kita sehari-hari.

Setiap muslim yang beriman yakin betul bahwa telah ada teladan (idola) yang mesti diikutinya, karena kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam maka ia akan meninggalkan segala sesuatu demi mencontoh kesayangannya Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam.

Berikut  eBook yang banyak menguraikan kepribadian nabi kita yang mulia, berupa amalan beliau shallallahu ‘alahi wasallam dan beberapa petuahnya, semoga kita diberi kekuatan untuk bisa mencontoh beliau shallallahu ‘alahi wasallam: Baca pos ini lebih lanjut

Mulia Dengan Tawadhu’

Segala puji bagi Alloh, Rabb semesta alam, sholawat dan salam buat Nabi kita Muhammad, semoga selawat dan salam juga terlimpahkan buat keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk mereka sampai hari berbangkit. Amma ba’du,

مَا مِنْ آدَمِيْ إِلاَّ فِيْ رَأْسِهِ حَكَمَةٌ بِيَدِ مَلَكٍ فَإِذَا تَوَاضَعَ قِيْلَ لِلْمَلَكِ ارْفَعْ حَكَمَهُ وَإِذَا تَكَبَّرَ قِيْلَ لِلْمَلَكِ ضَعْ حَكَمَهُ

“Tidak ada seorang bani Adam kecuali ada dikepalanya hakamah (seperti tali kekang kuda) ditangan seorang malaikat. Jika dia bertawadhu’ (rendah hati) maka dikatakan kepada malaikat tersebut: angkat hakamahnya dan jika sombong dikatakan kepada malaikat tersebut: pakaikan hakamahnya”.

Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu  ‘anhuma oleh Imam ath Thabraniy rahimahullah dalam al Mu’jam al Kabir 3/182/1. Pada sanadnya ada Ali bin Zaid bin Jud’an seorang perawi yang memiliki sedikit kelemahan dalam hafalannya, sebagian ulama masih menganggap baik atau hasan haditsnya. Demikian juga al Hakim rahimahullah  meriwayatkan hadits ini dengan sanad yang sama dalam al Mustadrak 2/591. Adz Dzahabiy rahimahullah berkata: “Sanadnya baik”. Al Haitsamiy rahimahullah dalam Majma’ Zawa’id 8/82 berkata: “Diriwayatkan oleh at Thabraniy dan sanadnya hasan”. Demikian juga Imam al Mundziriy rahimahullah  dalam at Targhib 4/16 menghasankan sanad hadits ini. Al Uqailiy rahimahullah dalam adh Dhu’afa’ no. (427), Ibnu Adi rahimahullah dalam al Kamil 2/322 dan adh Dhiya’ rahimahullah dalam al Muntaqa Min Masmu’atihi Bi Marw meriwayatkan dari al Minhal bin Kholifah dari Ali bin Zaid bin Jud’an dari Said bin al Musayyib dari sahabat Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu . Syaikh al-Albani rahimahullah menilai hadits ini sebagai hadits hasan lighairihi dalam kitab Shahih At-Targhib Wa Tarhib no. 2895 dan Silsilah Ahadits Shahihah no, 538.

Silahkan simak lebih lanjut tentang syarah hadits ini yang didalamnya akan dijelaskan kosa kata hadits, penjabaran hadits ini, makna dan hakekat tawadhu’, larangn bersikap sombong dan faedah-faedah dalam hadits ini…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word