Hadits Palsu: Bersusah Payah Mencari Rezeki

Nama eBook: Hadits Palsu Tentang Bersusah Payah Mencari Rezeki
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Agama islam memotivasi pemeluknya untuk mencari rezeki untuk memenuhi nafkah hidupnya dan keluarganya, bahkan apa yang dia usahakan dalam hal ini dihitung sedekah, sebagimana sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

مَا كَسَبَ الرَّجُلُ كَسْبًا أَطْيَبَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى نَفْسِهِ، وَأَهْلِهِ وَوَلَدِهِ، وَخَادِمِهِ، فَهُوَ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seseorang memperoleh suatu penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shodaqoh.” (HR. Ibnu Majah di dalam As-Sunan, Kitab At-Tijaroot Bab Al-Hatstsu ‘Ala Al-Makasibi, no.2129. al-Kanani berkata, ‘Sanadnya Hasan’, Lihat Mishbah Az-Zujajah III/5)

Ada riwayat lain yang disandarkan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang berpayah-payah untuk mencari rezeki yakni:

رُوِيَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَرْفُوْعً: إِنَّ اللهَ يُـحِبُّ أَنْ يَرَى عَبْدَهُ تَعِبًا فِيْ طَلَبِ الْـحَلَالِ

Diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم: “Sesungguhnya Allah suka melihat hamba-Nya yang sedang bersusah payah dalam mencari (rezeki) yang halal”

Bagimanakah status hadits ini dan pandangan syari’at terhadapnya, silahkan untuk menyimak lebih lanjut dalam eBook berikut…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Hadits Dhaif dan Palsu Seputar Tetangga

Nama eBook: Peringatan Terhadap Sebagaian Hadits Tentang Tetangga yang Dinisbatkan Kepada Nabi

Penulis: Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid al-Halabi حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Setelah sebelumnya kita posting hadits-hadits shahih yang berhubungan dengan tetangga, maka dikesempatan ini kita ketengahkan pula beberapa hadits dhaif dan palsu tentang tetangga yakni…

اَلْـجَارُ قَبْلَ الدَّارِ

“Tetangga sebelum rumah”

(Maksudnya tetangga lebih didahulukan sebelum keluarga di rumah)

قِالْـجِيرَانُ ثَلاثَةٌ : جَارٌ لَهُ حَقٌّ وَاحِدٌ وَهُوَ أَدْنَى الْجِيرَانِ حَقًّا، وَجَارٌ لَهُ حَقَّانِ، وَجَارٌ لَهُ ثَلاثَةُ حُقُوقٍ، فَأَمَّا الَّذِي لَهُ حَقٌّ وَاحِدٌ : فَجَارٌ مُشْرِكٌ لا رَحِمَ لَهُ ، لَهُ حَقُّ الْجِوَارِ، وَأَمَّا الَّذِي لَهُ حَقَّانِ : فَجَارٌ مُسْلِمٌ، لَهُ حَقُّ الإِسْلامِ وَحَقُّ الْجِوَار، وَأَمَّا الَّذِي لَهُ ثَلاثَةُ حُقُوقٍ : فَجَارٌ مُسْلِمٌ ذُو رَحِمٍ، لَهُ حَقُّ الإِسْلامِ، وَحَقُّ الْجِوَار، وَحَقُّ الرَّحِمِ

“Tetangga ada tiga macam, yaitu tetangga yang mempunyai satu hak dan ini adalah jenis tetangga yang haknya paling rendah, tetangga yang mempunyai dua hak, dan tetangga yang mempunyai tiga hak. Adapun tetangga yang mempunyai satu hak adalah tetangga yang musyrik yang tidak mempunyai tali kekerabatan, maka ia mempunyai hak tetangga saja. Adapun tetangga yang mempunyai dua hak adalah tetangga yang muslim, maka ia memiliki hak sebagai muslim dan hak sebagai tetangga. Adapun tetangga yang mempunyai tiga hak adalah tetangga muslim yang mempunyai tali kekerabatan, maka ia mempunyai hak sebagai muslim, hak sebagai tetangga, dan hak sebagai kerabat/keluarga.”

اَلنَّبِيُّ وَصَّى عَلَى سَابِعِ جَارٍ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepada tetangga yang ketujuh.”

Download:
Download CHM 
atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Keutamaan Ilmu Agama Atas Ibadah

Nama eBook: Keutamaan Ilmu Agama Lebih Agung Dari Keutamaan Ibadah
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawas, MA حفظه الله

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

فَضْلُ الْعِلْمِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ فَضْلِ الْعِبَادَةِ

“Keutamaan ilmu (syar’i) lebih aku sukai daripada keutamaan ibadah.” (HR. Al-Hakim, Al-Bazzar, At-Thoyalisi, dari jalan Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani dalam Shohih Al-Jami’, no.4214).

Dan di dalam riwayat lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ على الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ على سَائِرِ الْكَوَاكِبِ

Sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu dibanding ahli ibadah, seperti keutamaan bulan di malam purnama dibanding seluruh bintang- bintang.” (HR. Abu Dawud no.3641, Ibnu Majah no.223, dari hadits Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu).

Simak maksud dan faedah kedua hadits tersebut dalam eBook dibawah ini…

Download:

Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Biografi Imam Ahmad

Nama eBook: Biografi Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal
Penulis: Walid bin Muhammad Nubaih

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah ta’ala dengan pujian yang mana lisan kita selalu memuji-Nya, selanjutnya sholawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad bin Abdillah, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti sunnah mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Allah memelihara dan menjaga agama ini dengan memunculkan orang-orang yang mentajdid agama-Nya dan menjaga atsar-atsar Rasul-Nya serta mengibarkan panji-panji Sunnah. Dia azza wa jalla telah menentukan insan-insan terpilih yang ‘udul (terpercaya) yang menghidupkan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam, membela dan menyebarkannya di tengah umat. Mereka menjadi pelita yang menerangi jalan umat, dan menyinari hati kaum Muslimin dengan ilmu yang diwariskan, nasehat yang disampaikan, akhlak mulia yang dipraktekkan, dan ibadah yang ditekuni.

Salah satu atu dari mereka tersebut yakni Imam Ahmad yang seluruh umat sepakat dengan ilmu dan kemuliannya.

Nama beliau Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asas bin Idris bin ‘Abdullah bin Hajyan bin ‘Abdullah bin Anas bin ‘Auf bin Qasith bin Mazin bin Syaiban bin Dzahal Tsa’labah bin Akabah bin Sha’ab bin ‘Ali bin Bakar bin Muhammad bin Wa’il bin Qasith bin Afshiy bin Damiy bin Jadhah bin Asad bin Rabi’ah bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Beliau lebih dikenal dengan Ahmad bin Hanbal (dinisbatkan kepada kakeknya) dan setelah beliau memiliki putra maka lebih dikenal dengan kun-yah beliau yakni Abu ‘Abdillah.

Beliau adalah salah satu dari 4 imam madzhab, yang madzhab beliau dikenal dengan madzhab Hanbali (Hanabilah), beliau adalah ahli hadits dan bahkan guru para ahli hadits dan seorang yang faqih; beliau adalah iman Ahlus Sunnah.

Tidak terhitung pujian para ulama kepadanya, berkata seorang Ahli Hadits terkemuka dan ternama, Imam Ali al-Madini, “Semoga Allah عزّوجلّ memelihara Ahmad bin Hanbal, karena ia pada hari ini menjadi hujjah Allah عزّوجلّ atas segenap makhluk-Nya.”

Imam al-Khatib al-Bagdadi meriwayatkan dari Imam Ali al-Madini juga bahwa ia berkata, “Sungguh Allah telah memuliakan/menolong agama ini dengan dua orang imam dan tidak ada yang ketiga, yaitu dengan Abu Bakar ash-Shiddiq pada hari riddah (terjadi murtad massal), dan dengan Ahmad bin Hambal pada hari mihnah (fitnah yang mana dipaksakan oleh pemerintah untuk meyakini bahwa al-Qur’an adalah makhluk).

Karena keteguhan imam Ahmad dalam menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah bukan makhluk, maka beliau mendapat siksaan yang sangat keras, namun berkat kekuatan dan ketabahannya maka beliau dapat melewatinya hingga badai fitnah tersebut pergi.

Demikian sekelumit yang sebagian dipaparkan dalam eBook yang singkat ini, semoga Allah merahmati imam Ahmad bin Hanbal dan meninggikan derajatnya, dan semoga kita dikumpulkan bersama beliau bersama para nabi, para shiddiqin, para syuhada dan orang-orang yang shaleh, amin..

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Biografi Mu’adzah binti ‘Abdillah

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah merekomendasikan sebaik-baik generasi yakni generasi sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, mereka adalah teladan kita dalam menjalankan agama ini dan ittiba’ mereka kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Berikut -dalam ebook ini- akan disebutkan seorang wanita teladan dari golongan tabi’in yang diantara gurunya adalah ibunda kaum muslimin Aisyah radhiyallahu ‘anha, wanita teladan ini bernama Mu’adzah binti ‘Abdillah al-‘Adawiyyah, nama kunyahnya Ummu Shahba.

Beliau termasuk perawai hadits yang banyak ulama terkemuka belajar kepada beliau diantanya; Abu Qilabah, Qatadah, Ayyub as-Sakhtiyani, Ashim al-Ahwal, Sulaiman bin ‘Abdillah al-Bashri dan selain mereka -semoga Allah merahmati mereka semua-.

Mu’adzah merupakan seorang mu’allimah (guru) yang bijaksana dan sering memberi nasehat, yang selalu berusaha mentarbiyah umat Islam. Setiap untaian nasihat yang dirangkai lisannya sarat akan hikmah dan manfaat, serta membuat orang-orang yang mendengarnya merasa sejuk dan puas. Ini membuat orang-orang merasa nyaman di sisinya. Ja’far bin Kaisan pernah berkata: “Saya pernah melihat Mu’adzah sedang duduk dan di sekelilingnya banyak wanita”.

Mu’adzh adalah potret seorang wanita Muslimah sejati yang meletakkan dunia di belakang punggungnya, Dialah wanita akhirat yang senantiasa bersemangat memborong dagangan akhiratnya. Tidak silau dengan pesona dunia yang cepat sirna. Menurutnya, linangan air mata di malam hari lebih manis daripada gelak-tawa orang-orang. Bangun di tengah malam untuk tahajjud dan membaca al-Qur’an baginya lebih mendatangkan kenikmatan dibandingkan terlelap dalam buaian mimpi.. Rasa cinta terhadap ketaatan dalam pandangannya lebih lezat ketimbang lezatnya makanan manapun.

Muhammad bin Fudhoil pernah berkata: “Ayahku pernah bercerita kepadaku, dia berkata: “Jika datang waktu siang, Mu’adzah berkata, “Inilah hari dimana aku akan meninggal, maka ia tidak tidur hingga sore”. Jika malam hari telah tiba, ia berkata (lagi), “Inilah malam dimana aku akan meninggal”. Maka, ia tidak tidur hingga pagi…

Demikianlah sekelumit dari wanita teladan ini, yang kami menghimbau terutama kaum muslimah menjadikan para wanita salafush shalih sebagai teladan dan membuang jauh-jauh para aktris…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Hak-Hak Jalan

Nama eBook: Hak-Hak Jalan
Penulis: Ustadz Abu Humaid Arif Syarifuddin حفظه الله

Alhamdulilah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Islam adalah ajaran paripurna yang mengajarkan kepada umatnya tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk yang berkaitan dengan hak-hak jalan dan adab-adab ketika duduk-duduk di tempat-tempat yang biasa dilewati oleh khalayak manusia, hal ini sekaligus menunjukan, kebaikan dan keindahan ajaran Islam, yakni apabila hal-hal tersebut diamalkan oleh manusia, niscaya akan mendatangkan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan mereka di dunia, adab tersebut sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْفِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىكَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَاإِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ، فَقَالُوا: مَا لَنَا بُدٌّ إِنَّمَا هِيَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا، قَالَ: فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا، قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ، قَالَ: غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ الْأَذَى وَرَدُّ السَّلَامِ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ

“Janganlah kalian duduk-duduk di (tepi) jalanan,” mereka (para sahabat) berkata, “Sesungguhnya kami perlu duduk-duduk untuk berbincang-bincang.” Beliau berkata, “Jika kalian tidak bisa melainkan harus duduk-duduk, maka berilah hak jalan tersebut,” mereka bertanya, “Apa hak jalan tersebut, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, [1] “Menundukkan (membatasi) pandangan, [2] tidak mengganggu (menyakiti orang), [3] menjawab salam, [4] memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca pos ini lebih lanjut

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih kepada semua makhluknya, Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Imam Ibnu Jarir asy-Syafi’i rahimahullah sudah merupakan sosok yang amat dikenal oleh umat Islam sebagai pakar ilmu tafsir, bahkan predikat sebagai imam para ahli tafsir melekat pada beliau.

Beliau adalah Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir Abu Ja’far ath-Thabari. Berasal dari Amul, sebuah kota terbesar di wilayah Thabaristan. Dilahirkan pada tahun 224 H

Ada banyak Ulama yang menjadi tempat beliau mendalami ilmu syar’i. Sebut saja, Ahmad bin Mani’, Muhammad bin al-Mustanna, Bundar, ‘Amr bin ‘Ali al-Fallas, Ya’qub ad-Dauraqi, dan Ulama lainnya yang berasal dari negeri Syam, Irak dan Mesir.

Al-Imam Al-Khathib al-Baghdadi (wafat tahun 463 H) dalam kitab Tarikh Baghdad menyatakan “Ath-Thabari adalah seorang ulama paling terkemuka yang pernyataannya sangat diperhitungkan dan pendapatnya dijadikan sandaran, karena keluasan pengetahuan dan kelebihannya. la menguasai berbagai disiplin ilmu yang tidak ada seorang pun yang menyamainya di masa itu”.

Adz-Dzahabi rahimahullah menyanjungnya dengan berkata, “(lbnu Jarir) seorang yang tsiqah (terpercaya), benar, seorang hafizh, pemimpin dalam ilmu tafsir, imam panutan dalam bidang fikih, ijma’ dan perbedaan pendapat, ahli yang berilmu luas dalam bidang tarikh dan sejarah hidup manusia, menguasai ilmu qira’ah dan bahasa (Arab)”.

Beliau adalah pakar dalam berbagai disiplin ilmu dan ia dikenal bermadzhab Syafi’i, dengan tulisannya diketahui pandangan beliau bahwa beliau berdiri pada madzhab ahlus sunnah. Beliau bersikap tegas kepada sekte Syi’ah yang menghina dan mengakafirkan sahabat terutama Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, suatu ketika, terjadi perbincangan antara Ibnu Jarir dan Ibnu Shalih al-A’lam tentang ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Kemudian Ibnu Jarir bertanya kepada Ibnu Shalih al-A’lam, “Orang yang berkata Abu Bakar dan Umar bukanlah imam panutan dalam kebaikan, menurutmu, ia bagaimana?”. la menjawab, “Seorang ahli bid’ah”. Mendengar itu, Ibnu Jarir berkata untuk meluruskan jawaban tersebut, “Hanya disebut ahli bid’ah, hanya disebut ahli bid’ah?!. Orang itu dihukum bunuh”.

Semoga kita menjadi seorang muslim yang mengagungkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mencintai ahlut bait beliau dan para sahabatnya, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atauDownload Word

Hukum Puasa Tarwiyah

Nama eBook: Derajat Hadits Puasa Tarwiyah
Penulis: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat حفظه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيِ مُحَمَّدٍ صَلَيْ اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّم وَشَرَّالأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٌ ضَلَالَةٍ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ، أما بعد:

Penulis diawal tulisan berkata:

Sudah terlalu sering saya ditanya tentang puasa pada hari tarwiyah (tanggal delapan Dzulhijjah) yang biasa diamalkan oleh umumnya kaum muslimin. Mereka berpuasa selama dua hari yaitu pada tanggal delapan dan sembilan Dzulhijjah (hari Arafah). Dan selalu pertanyaan itu saya jawab: Saya tidak tahu! Karena memang saya belum mendapatkan haditsnya yang mereka jadikan sandaran untuk berpuasa pada hari tarwiyah tersebut.

Alhamdulillah, pada hari ini (3 Agustus 1987) saya telah menemukan haditsnya yang lafadznya sebagai berikut:

صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ، وَصَوْمُ يَوْمِ عَرفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ

“Puasa pada hari tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun”

Kemudian penulis menyebutkan yang mentakhrij hadits ini, menyebutkan sanadnya dan menyatakan kedudukan hadits ini secara ilmu hadits, silahkan menyimak dan semoga kita beribadah selalu mengikuti apa yang shahih dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Ensiklopedi Hadits 9 Imam versi Android

Ensiklopedi Hadits 9 Imam

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ

Lidwa Pusaka (Lembaga Ilmu Dakwah & Publikasi Sarana Keagamaan) akhirnya meluncurkan Ensiklopedi Hadits 9 Imam untuk versi Mobile yakni untuk Android dan iOS, berikut kami kutip dari laman lidwa ‘Launching Ensiklopedi Hadits 9 Imam Versi Mobile’:

* * *

Kado Ramadhan 1436H: Ensiklopedi Hadits 9 Imam versi Mobile

Bismillah.

Alhamdulillah setelah perjuangan yang dimulai sekitar 10 tahun silam, mulai dari penerjemahan 9 kitab hadits, aplikasi Ensiklopedi Hadits 9 Imam versi Mobile dari Lidwa untuk Android dan iOS pun akhirnya berhasil diluncurkan. Kami yakin aplikasi ini masih jauh dari sempurna karena itu kritik dan saran yang membangun sangatlah kami harapkan.

Aplikasi ini memuat 62.000 lebih hadits dari 9 Kitab Hadits termasyhur atau yang lebih dikenal dengan Kutubut Tis’ah: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Muwatha’ Malik, dan Sunan Darimi.

Dengan dilengkapi terjemah Bahasa Indonesia dan derajat keshahihan, Ensiklopedi Hadits ini diharapkan dapat memudahkan kaum muslimin dalam mempelajari hadits yang tak lain merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Quran. Tambahan koleksi hadits-hadits Terkait Al-Quran, Hadits Qudsi, Hadits Mutawatir, dan sebagainya tentunya akan semakin menambah khazanah keilmuan kita tentang Islam yang bagaikan lautan tak bertepi.

Baca pos ini lebih lanjut

Imam An-Nasa’i

Nama eBook: Al-Imam An-Nasa’i رحمه الله
Penyusun: Ustadz Abu Faiz Sholahuddin حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah Rabb sekalian alam. Sholawat dan salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kemudian.

Telah kita posting sebelumnya biografi para ulama hadits khususnya penulis kutubus sittah, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Abu Dawud, pada kesempatan ini kami posting pula salah satu penulis kitab ‘Sunan’ yakni Imam an-Nasa’i.

Nama lengkap beliau adalah Abu Abdirrahman Ahmad ibn Syu’aib ibn Aliy ibn Sinan ibn Bahr al-Khurasani atau yang lebih dikenal dengan sebutan al-Imam an-Nasa’i.

Nama beliau “an-Nasa’i” adalah nisbah (penggolongan) kepada Nasa’, yaitu sebuah kota yang ada di negeri Khurasan. Beliau lahir pada tahun 214 H, dan ada yang mengatakan beliau lahir pada tahun 215 H di kota Nasa’.

Beliau adalah seorang yang sangat berwibawa, berwajah tampan, berkulit putih, dan sebagian rambutnya beruban.

Baca pos ini lebih lanjut