Syarah Arba’in An-Nawawi

ِAlhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla, selanjutnya shalawat dan salam  bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan mereka yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang dijanjikan.

Dengan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kami dalam kesempatan ini dapat men-share kitab Syarah Arba’in an-Nawawi, matan hadits-nya ditulis oleh imam an-Nawawi rahimahullah dan syarah-nya oleh imam Ibnu Daqiq al-‘Ied rahimahullah, buku ini adalah sebuah buku penuh manfaat, sebelumnya juga di blog kita ini telah diposting Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi – Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh yang disusun Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam.

Kita berharap dengan makin banyaknya referensi yang kita baca semakin kita berilmu dan makin mencintai Islam dan mengamalkannya, amin..

Adapun Daftar Isi eBook ini adalah:

Muqaddimah
1. Amal Perbuatan Bergantung Kepada Niat
2. Islam, Iman dan Ihsan
3. Rukun-Rukun Islam
4. Baik dan Buruknya Perbuatan Dilibat Akhirnya
5. Amal Munkar dan Bid’ah Itu Batil
Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Ka’ab bin ‘Ujrah al-Anshari

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Dalam sejarah Islam, golongan Anshar telah merengkuh keutamaan sangat besar dengan menjadi penolong Nabi dan kaum Muhajirin dengan memberikan tempat tinggal dan bersiap sedia untuk membela Islam dan kaum Muslimin.

Tokoh kita sekarang ini termasuk salah satu Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berasal dari golongan Anshar yang telah Allah Azza wa Jalla puji dalam al-Quranul Karim. Bahkan ia pun masuk jajaran Sahabat yang masyhur. la pun termasuk orang-orang yang berbaiat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada Baiatur Ridhwan.

la adalah Ka’ab bin ‘Ujrah al-Anshari as-Salimi al-Madani radhiyallahu ‘anhu. Berkunyah Abu Muhammad atau Abu ‘Abdillah atau Abu Ishaq.

Salah satu teladan dari beliau -semoga Allah meridhainya- ialah pengagungannya terhadap sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia menganggapnya sebuah perkara yang agung hingga mesti dihadiahkan kepada generasi berikutnya, Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan hadits dalam Shahihnya melalui jalur ‘Abdur Rahman bin Abi Laila rahimahullah. la mengatakan: Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu menjumpaiku, lalu ia berkata, ‘Maukah kamu aku beri hadiah yang aku dengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka, aku menjawab, “Ya. Hadiahkanlah itu kepadaku” Kemudian ia berkata, “Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kami mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah mengucapkan shalawat kepada engkau wahai Ahlil Bait?. (Karena) sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengajarkan kepada kami untuk mengucapkan salam kepada (Engkau)’!, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ucapkanlah oleh kalian:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad dan  keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung. Ya Allah berilah karunia kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung.”‘

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Syaikhul Islam LAITS bin SA’AD

Nama eBook: Syaikhul Islam LAITS bin SA’AD AL-FAHMI
Penulis: Ustadz Abu Minhal, Lc حفظه الله

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Amma ba’du..

Kata syaikhul Islam bermakna orang-orang yang mengikuti Kitabullah dan Sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم. Mereka ini terdepan dalam menguasai hukum-hukum dalam al-Qur‘an, versi-versi qira’ah-nya, sebab-sebab turunnya ayat, nasikh dan mansukh, mengamalkan ayat-ayat muhkamat dan mengimani ayat-ayat mutasyabihat. Mereka sosok-sosok yang telah memiliki kematangan dalam Bahasa Arab yang memudahkan mereka memahami ilmu-ilmu yang telah disebutkan. Mereka mengetahui ilmu-ilmu hadits dalam aspek isnad, mengamalkan apa yang harus diamalkan, meyakini kebenaran apa yang harus diyakini. Mereka mampu mengambil istimbath hukum dalam masalah ushul dan furu’ melalui al-Qur‘an dan Hadits, menjalankan kewajiban-kewajiban dari Allah عزّوجلّ, berkomitmen dengan apa yang diajarkan Allah dari dua sumber itu. Mereka orang-orang yang tawadhu di hadapan Allah Dzat Yang Maha Agung, takut terhadap ketergelinciran lisan. Mereka tidak mengklaim ‘ishmah (bebas dari kesalahan dan dosa). Mereka tidak bangga dengan penghormatan. Mereka tahu benar bahwa apa yang ilmu yang mereka dapatkan masih sedikit.

Banyak ulama yang disematkan gelar ini oleh ulama-ulama setelahnya, Imam Laits bin Sa’ad bin Abdur Rahman Abul Harits al-Fahmi al Mishri رحمه الله, maula Khalid bin Tsabit bin Zhahin termasuk salah seorang yang dikenal dengan gelar syaikhul Islam. Tokoh agama terkemuka pada masanya itu, hidup pada masa generasi ketiga umat Islam, Atba Tabi’iin. Terlahir di Qarqasyand, sebuah pedesaan sejauh 4 farsakh dari Mesir pada tahun 94 H.

Imam Ahmad bin Hambal رحمه الله mengatakan, “Laits adalah seorang tsiqah lagi tsabt”. Juga berkata, “Laits bin Sa’ad memiliki ilmu yang banyak dan hadits yang shahih”.

Yahya bin Bukair رحمه الله, salah seorang murid Laits bin Sa’ad mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih sempurna dari Laits bin Sa’ad. Ia seorang ahli fiqih, lisannya fasih, menguasai al-Qur’an, Nahwu dan menghafal syair-syair, hadits dan baik dalam mengulang-ulang ilmu”. Yahya bin Bukair masih menghitung sisi keunggulan gurunya dengan jari-jarinya hingga mencapai sepuluh aspek. Akhirnya, ia berkata, “Aku belum pernah melihat orang seperti dia”.

Imam adz-Dzhahabi رحمه الله menyimpulkan pujian bagi beliau dengan berkata, “(Laits bin Sa’ad) seorang imam panutan, al-Hafizh (ahli hadits), Syaikul Islam, orang alim terkemuka dari Mesir.

Silahkan lebih lanjut menyimak eBook ini, dengan mengenal para ulama shalafus shaleh semoga keimanan kita makin kokoh dan bertambah, hingga tiba ajal menjemput, amin…

Download:
Download CHM atau Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

Kepemimpinan dan Rakyat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسوله محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد:

Alhamdulillah, Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur segala sisi kehidupan manusia demi kepentingan manusia itu sendiri. Kepemimpinan dan pengaturan rakyat dan peran rakyat dalam taat dan patuh yang berdasarkan al-Qur’an akan mengantar kepada keamanan masyarakat, namun sayang disaat sekarang ini keamanan di banyak negeri-negeri Islam adalah hal yang mahal, sebabnya hanya satu yakni tidak kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.

Sebab hal itu kami memposting firman Allah Tabaraka wa Ta’ala dan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hal ini yang dihimpun imam yang mulia Imam an-Nawawi dalam kitabnya yang berkah Riyadhus Shalihin, semoga kita dapat mengamalkannya sesuai dengan kedudukan kita dalam negara, masyarakat dan keluarga; adapun bab-bab dalam masalah ini adalah:

  1. Perintah Bagi Pemimpin Untuk Bersikap Lemah Lembut Kepada Rakyat dan Larangan Bersikap Keras Serta Meremehkan Kemaslahatan Mereka
  2. Pemimpin yang Adil
  3. Kewajiban Menaati Pemimpin Selain Dalam Kemaksiatan
  4. Larangan Meminta Jabatan dan Memilih Untuk Meninggalkan Jabatan Jika Tidak Diminta
  5. Anjuran Bagi Pemimpin Dan Hakim Untuk Mengangkat Wakil yang Shalih dan Menghindari Mitra Yang Buruk
  6. Larangan Memberikan Jabatan Kepada Orang yang Memintanya atau Berambisi

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Saling Cinta Karena Allah dan Tanda Cinta Allah

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسوله محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد:

Alhamdulillah, dalam kesempatan ini kami menshare bab ke 46. Keutamaan dan Anjuran untuk Saling Cinta Karena Allah dan bab ke 47. Tanda-Tanda Kecintaan Allah Kepada Hambanya, dari buku Imam an-Nawawi Riyadhus Shalihin, dilaman muka ini kami kutip sebagian sabda Rasulullah:

إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي؟ الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari Kiamat kelak berfirman, ‘Dimanakah hamba-hambaku yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku menaungi mereka di bawah naungan-Ku pada hari di mana tidak ada naungan selain naungan-Ku’.” (HR. Muslim)

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk ke dalam surga sampai kalian (betul-betul) beriman dan kalian tidak beriman kecuali setelah kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu jika kalian mengerjakannya, niscaya akan timbul rasa cinta di antara kalian? Sebarkanlah salam di antara kalian!” (HR. Muslim) Baca pos ini lebih lanjut

Nama-Nama Sahabat Ahli Shuffah

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسوله محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد:

Hijrahnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum dari Makkah ke Madinah, menyebabkan sebagain dari kaum muhajirin tidak memiliki tempat tinggal dan harta, karena semua harta mereka tinggal di Makkah dan mereka tinggalkan semua itu demi agamanya, walaupun kaum anshar telah berusaha membantu mereka, namun tetap ada yang tak dapat tempat berteduh; untuk hal ini Rasulullah membuat Shuffah diteras masjid Nabawi bekas kiblat ke Syam.

Pada gilirannya shuffah tersebut tidak hanya bagi kaum fakir, tapi juga bagi para utusan yang datang ke Madinah untuk masuk Islam, ahli shuffah terkenal dengan kezuhutan, ahli ibadah, ahli ilmu dan para pejuang. Rasulullah sangat memperhatikan mereka, tak heran dari didikan Rasulullah -sebagimana sahabat lain- mereka mencatatkan kegemilangan dalam Islam.

eBook kita kali ini membahas tentang ahli shuffah yang dikutip dari buku Shahih Sirah Nabawiyah karya Dr. Akram Dhiya’ al-Umuri yang meliputi latar belakang dan kapan didirikannya shuffah, penghuni, jumlah dan nama-nama ahli shuffah, makanan dan pakaian mereka serta semangat mereka dalam menuntu ilmu agama, beribadah dan berjihat.

Setelah link download eBook, kami sertakan secara online dalam laman ini nama-nama sebagian sahabat radhiyallahu ‘anhum yang tercatat sebagai ahli shuffah, selamat mendownload dan selamat membaca…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

 Nama-Nama Ahli Shuffah Baca pos ini lebih lanjut

Biografi al-Imam al-Hafizh al-Mufassir Ibnu Katsir

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Abu Al Mahasin Ad-Dimasyqi rahimahullah berkata di dalam Dzail Tadzkiratul Huffazh:

Ibnu Katsir adalah: Seorang syaikh, al imam, al alim, al hafizh, al mufid, tokoh kaliber. la adalah, Imaduddin Abu Fida Isma’il bin Umar bin Katsir bin Dhau’ bin Katsir bin Dzar’ Al Bashrawi, Ad-Dimasyqi, Asy-Syafi’i (bermadzhab Syafi’i).

la lahir di dusun Mijdal, termasuk bagian kota Bushra pada tahun 701, dan ayahnya adalah seorang pendakwah di kota tersebut.

Kemudian ia pindah ke Damaskus pada tahun 706 H. Ia menimba ilmu dari syaikh Burhanudin Al Fazari dan yang lainnya. Ia juga mendengar dari Ibnu Suwaid, Al Qasim, Ibnu Asakir, dan banyak lagi.

Ia juga menjalin hubungan keluarga (menjadi menantu) dengan al hafizh Al Mizzi, maka ia pun banyak meriwayatkan darinya, berfatwa, menelaah, dan berdiskusi dengannya. Ia sangat mumpuni dalam fikih, tafsir, nahwu, dan sangat mengerti tentang kondisi para perawi dan kritikus hadits.

Ia dipercaya memimpin majelis pengajian Ummu Shalih setelah Adz-Dzahabi.

Adz-Dzahabi menyebutkan di dalam Masudah Thabaqat Al Hufazh dan Al Mu’jam Al Mukhtash: Ia adalah seorang yang fakih (mumpuni dalam ilmu fikih), solid, muhaddits, pentahqiq, mufassir, pengkritik, dan memiliki beberapa karangan mushannaf yang sangat baik.

Diantara mushannaf-nya adalah:

  1. Kitab At-Takmil fi ma’rifati ats-tsiqat wa adh-dhu’afa wa al majahil. Ia menggabung antara kitab Tahdzib dan Al Mizan yang meliputi 5 jilid,
  2. Kitab Al Bidayah wa An-Nihayah yang meliputi 54 juz,
  3. Kitab Al Hadyu wa As-Sunan fi Ahadits Al Masanid wa As-Sunan di dalamnya ia menggabungkan antara hadits-hadits dari Musnad Imam Ahmad, Al Bazzar, Abu Ya’la, Ibnu Abu Syaibah, hingga kutub sittah (enam kitab hadits terkemuka)

Al Hafizh Imaduddin Ibnu Katsir mengabarkan kepadaku dengan membacanya, ia berkata, “Abu Abbas Ahmad bin Abu Thalib mengabarkan kepada kami, juga Ahmad Al Madzkur mengijazahkan kepadaku, ia berkata, “Abu Manja bin Latta mengabarkan kepadaku, ia berkata, Abu Al Waqt Ash-Shufi mengabarkan kepadaku, ia berkata, Al-Laits bin Sa’d meriwayatkan kepada kami dari Abu Zubair, dari Jabir radiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَدْخُلُ أَحَدٌ مِـمَّنْ بَايَعَ تَـحْتَ الشَّجَرَةِ النَّارَ

“Tidak seorang pun masuk neraka dari mereka yang ikut berbaiat di bawah pohon. ” HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dari Qutaibah dari Al-Laits. (Al Ba’its Al Hatsits Syarh Ulum Al Hadits)

Download:

Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

40 Hadits Keutamaan Al-Qur’an

Nama eBook: 40 Hadits Keutamaan Al-Qur’an
Penulis: Syaikh Abu Muhammad al-Biqa’i asy-Syami al-Atsari

Pengantar:

Segala puji milik Allah yang Maha Esa tempat bersandar segala urusan yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak ada yang sepadan dengan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada sebaik-baik manusia di permukaan bumi, kepada keluarganya dan para shahabatnya sebagai umat terbaik, dan yang mengikuti mereka dengan baik.

Berikut ini kumpulan sebagian hadits-hadits pilihan tentang keutamaan Al-Qur`an, semoga semakin menambah semangat kita membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, amin..

عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: أَبْشِرُوا وَأَبْشِرُو! أَلَيْسَ تَشْهَدُونَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ؟ قَالُوا: نَعَمْ، قَالَ: فَإِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ سَبَبٌ طَرَفُهُ بِيَدِ اللَّهِ وَطَرَفُهُ بِأَيْدِيكُمْ، فَتَمَسَّكُوا بِهِ، فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوا وَلَنْ تَهْلِكُوا بَعْدَهُ أَبَدًا

  1. Dari Abu Syuraih Al-Khuza’i radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui kami lalu bersabda, “Bergembiralah dan bergembiralah kalian! Bukankah kalian bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah?” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Al-Qur`an ini ujungnya terhubung di tangan Allah dan ujung yang lain terhubung di tangan kalian, maka pegang teguhlah ia, karena kalian tidak akan tersesat dan binasa setelah itu selamanya.” [Shahih: Shahîh Ibnu Hibbân (no. 122, I/329), Mushannaf Ibnu Abî Syaibah (no. 30006, VI/125), Al-Mu’jam Al-Kabîr Ath-Thabarânî (no. 491, XXII/108), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 201, II/352)]

عَنْ عِمْرَانِ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّهُ مَرَّ عَلَى قَاصٍ يَقْرَأُ ثُمَّ سَأَلَ، فَاسْتَرْجَعَ ثُمَّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ قَرَأَ القُرْآنَ فَلْيَسْأَلِ اللَّهَ بِهِ، فَإِنَّهُ سَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يَقْرَءُونَ القُرْآنَ يَسْأَلُونَ بِهِ النَّاسَ

  1. Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, dia melewati seorang tukang cerita sedang membaca Al-Qur`an untuk meminta-minta, lalu Imran membaca istirja’ (inna lillahi dst–penj) kemudian berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca Al-Qur`an, hendaklah meminta kepada Allah dengannya. Sungguh akan datang beberapa kaum yang membaca Al-Qur`an untuk meminta-minta kepada manusia.” [Hasan: Sunan At-Tirmidzî (no. 2917, V/175), Al-Mu’jam Al-Kabîr Ath-Thabarânî (no. 374, XVIII/167), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2627, II/533)]

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَفِينَا الأَعْرَابِيُّ وَالأَعْجَمِيُّ، فَقَالَ: اقْرَءُوا فَكُلٌّ حَسَنٌ، وَسَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يُقِيمُونَهُ كَمَا يُقَامُ الْقِدْحُ، يَتَعَجَّلُونَهُ وَلاَ يَتَأَجَّلُونَهُ

  1. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui kami saat kami sedang membaca Al-Qur`an dan di tengah kami ada orang Arab dan orang non-Arab, lalu beliau bersabda, “Bacalah oleh kalian dan masing-masing adalah kebaikan. Akan datang nanti beberapa kaum yang menegakkannya sebagaimana tegaknya bejana. Mereka bersegera (dalam mengamalkannya) dan tidak berlambat-lambat.” [Hasan: Sunan Abû Dâwud (no. 830, I/220), Musnad Ahmad (no. 14898, III/257), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2642, II/835)]

Silahkan baca selengkapnya pada link download dibawah ini:
Versi 1: Download PDFatau Download Word
Versi 2: Download PDFatau Download Word
Versi Pustaka Syabab: Download PDF atau Download Word
Versi CHM: Download CHM atau Download ZIP

Syarah Manzhumah al-Baiquniyyah

الْـحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ:

Matan dan terjemah Manzhuumah al-Baiquuniyyah telah kita posting dua hari yang lalu, ia adalah syair ringkas yang memuat berbagai istilah dalam ilmu hadits; pada kesempatan kali ini kami memposting dua syarah ringkas terhadap kitab tersebut yang disusun oleh dua ustadz yang berbeda:

Pertama: 
Judul: Syarh Ringkas Al-Mandzumah Al-Baiquniyyah
Penulis: Ustadz Abu Khaleed Resa Gunarsa, Lc
Tautan: http://www.sabilulilmi.com atau http://www.sabilulilmi.wordpress.com
Keterangan: Syarah ditulis dalam lima (5) postingan berseri

Kedua:
Judul:  Syarah Ringkas Manzhumah Al-Baiquniyah
Penyusun:  Nor Kandir
Penerbit: Pustaka Syabab
Tautan: www.norkandirblog.wordpress.com
Keterangan: File dalam format PDF

Dengan hadirnya dua syarah ini tentunya akan menambah khasanah ilmu yang kita dapatkan, karena yang satu dengan yang lain akan saling melengkapi, semoga Allah Tabaraka wa Ta’ala memberi penulis dan pensyarah kebaikan di dunia dan akhirat, begitu pula doa kita untuk kaum muslimin, selamat belajar…

Download:
1. Syrah oleh Abu Khaleed
 Download PDF atau Download WordmirrorDownload PDF

1. Syrah oleh Nor Kandir
 Download PDF atau lewat web pensayarhDownload PDF

Syair Ilmu Hadits

المَنْظُومَة البَيقُونِيَّة

 ******

بسم الله الرحمن الرحيم

١ – أَبْدَأُ بِالْحَمْدِ مُصَلِّياً عَلَى … مُحَمَّدٍ خَيْرِ نَبِيٍّ أُرْسِلَا

Aku memulai dengan memuji Allâh dan bershalawat kepada Muhammad Nabi terbaik yang diutus

٢ – وَذِي مِنَ اقْسَامِ الحَدِيثِ عِدَّهْ … وَكُلُّ وَاحِدٍ أَتَى وَحَدَّهْ

Inilah pembagian hadits yang banyak dan setiap bagian datang dengan ciri khasnya

٣ – أَوَّلُهَا الصَّحِيحُ وَهْوَ مَا اتَّصَلْ … إسْنَادُهُ وَلَمْ يَشُذَّ أَوْ يُعَلْ

Yang pertama hadits shahih yaitu yang sanadnya bersambung tanpa adanya syadz dan ‘illat

٤ – يَرْوِيهِ عَدْلٌ ضَابِطٌ عَنْ مِثْلِهِ … مُعْتَمَدٌ فِي ضَبْطِهِ وَنَقْلِهِ

Yang diriwayatkan dari perawi adil dan dhabit dari yang semisalnya yang diakui kedhabitan dan penukilannya

٥ – وَالْحَسَنُ الْمَعْرُوفُ طُرْقاً وَغَدَتْ … رِجَالُهُ لاَ كَالصَّحِيحِ اشْتَهَرَتْ

Hadits hasan jalan periwayatannya terkenal tetapi para perawinya tidak seperti hadits shahih

٦ – وَكُلُّ مَا عَنْ رُتْبَةِ الْحُسْنِ قَصُرْ … فَهْوَ الضَّعِيفُ وَهْوَ أَقْسَاماً كَثُرْ

Setiap hadits yang lebih rendah derajatnya dari hadits hasan disebut hadits dha’if dan ia banyak macamnya

٧ – وَمَا أُضِيفَ لِلنَّبِي الْمَرْفُوعُ … وَمَا لِتَابِعٍ هُوَ الْمَقْطُوعُ

Apa yang disandarkan ke Nabi adalah hadits marfu’ dan apa yang disandarkan ke tabi’in adalah hadits maqthu’

٨ – وَالْمُسْنَدُ المُتَّصِلُ الإِسْنَادِ مِنْ … رَاوِيهِ حَتَّى المُصْطَفَى وَلَمْ يَبِنْ

Hadits musnad adalah yang sanadnya bersambung dari para perawi hingga al-Musthafa tanpa terputus

٩ – وَمَا بِسَمْعِ كُلِّ رَاوٍ يَتَّصِلْ … إسْنَادُهُ لِلْمُصْطَفَى فَالْمُتَّصِلْ

Hadits yang didengar semua perawi dan bersambung sanadnya hingga al-Musthafa adalah hadits muttashil

١٠ – مُسَلْسَلٌ قُلْ مَا عَلَى وَصْفٍ أَتَى … مِثْلُ أَمَا وَاللهِ أَنْبَانِي الْفَتَى

Katakanlah, hadits musalsal adalah yang mengandung sifat tertentu seperti: Demi Allâh seorang pemuda mengabarkan kepadaku

١١ – كَذَاكَ قَدْ حَدَّثَنِيهِ قَائِمَا … أَوْ بَعْدَ أَنْ حَدَّثَنِي تَبَسَّمَا

Begitu pula: sungguh dia mengabarkan kepadaku sambil berdiri, atau setelah mengabarkan kepadaku ia tersenyum

١٢ – عَزِيزُ مَرْوِي اثْنَيْنِ أوْ ثَلاَثَهْ … مَشْهُورُ مَرْوِي فَوْقَ مَا ثَلَاثَهْ

Hadits ‘aziz adalah yang perawinya dua atau tiga, dan hadits masyhur perawinya lebih dari tiga

١٣ – مُعَنْعَنٌ كَعَن سَعِيدٍ عَنْ كَرَمْ … وَمُبْهَمٌ مَا فِيهِ رَاوٍ لَمْ يُسَمْ

Hadits mu’an’an contohnya: dari Sa’id dari Karam, dan hadits mubham adalah jika ada perawi yang tidak disebutkan namanya

١٤ – وَكُلُّ مَا قَلَّتْ رِجَالُهُ عَلاَ … وَضِدُّهُ ذَاكَ الَّذِي قَدْ نَزَلاَ

Setiap hadits yang perawinya sedikit disebut hadits ‘ali, dan kebalikannya adalah hadits nazil

١٥ – ومَا أَضَفْتَهُ إِلَى الأَصْحَابِ مِنْ … قَوْلٍ وَفِعْلٍ فَهْوَ مَوْقُوفٌ زُكِنْ

Apa yang disandarkan kepada para shahabat baik ucapan maupun perbuatan adalah hadits mauquf, mengertilah

١٦ – وَمُرْسَلٌ مِنْهُ الصَّحَابِيُّ سَقَطْ … وَقُلْ غَرِيبٌ مَا رَوَى رَاوٍ فَقَطْ

Hadits mursal adalah bila perawi shahabat gugur, dan katakanlah hadits gharib itu bila perawinya hanya satu

١٧ – وَكُلُّ مَا لَمْ يَتَّصِلْ بِحَالِ … إسْنَادُهُ مُنْقَطِعُ الأَوْصَالِ

Setiap hadits yang keadaan sanadnya tidak bersambung disebut hadits munqathi

١٨ – والُمعْضَلُ السَّاقِطُ مِنهُ اثْنَانِ … وَمَا أَتَى مُدَلَّساً نَوعَانِ

Hadits mu’dhal adalah bila perawi yang gugur dua, dan hadits mudallas ada dua macam

١٩ – اَلْأَوَّلُ: الْاَسْقَاطُ لِلشَّيْخِ وَأَنْ … يَنْقُلَ عَمَّنْ فَوْقَهُ بِعَنْ وَأَنْ

Pertama: gurunya gugur dengan penukilan di atasnya memakai (عَنْ) dan (أَنْ)

٢٠ – وَالثَّانِ: لاَ يُسْقِطُهُ لَكِنْ يَصِفْ … أَوْصَافَهُ بِمَا بِهِ لاَ يَنْعَرِفْ

Kedua: gurunya tidak gugur tetapi menyifatinya dengan sifat yang tidak dikenal

٢١ – وَمَا يُخَالِفْ ثِقَةٌ بِهِ الْمَلَا … فَالشَّاذُّ وَالَمقْلُوبُ قِسْمَانِ تَلَا

Hadits tsiqah yang menyelisihi jamaah disebut hadits syadz, dan hadits maqlub ada dua macam, bacalah

٢٢ – إبْدَالُ رَاوٍ مَا بِرَاوٍ قِسْمُ … وَقَلْبُ إسْنَادٍ لِمَتْنٍ قِسْمُ

Pertama: mengganti perawi dengan perawi lain dan kedua: membalik sanad-matan

٢٣ – وَالفَرْدُ مَا قَيَّدْتَهُ بِثِقَةِ … أَوْ جَمْعٍ أوْ قَصْرٍ عَلَى رِوَايَةِ

Hadits fard adalah yang periwayatannya diikat dengan satu perawi tsiqah, banyak, atau terbatas

٢٤ – وَمَا بِعِلَّةٍ غُمُوضٍ أَوْ خَفَا … مُعَلَّلٌ عِنْدَهُمُ قَدْ عُرِفَا

Hadits yang cacatnya tersembunyi atau tersamar disebut hadits mu’allal menurut pengertian ahli hadits

٢٥ – وَذُو اخْتِلاَفِ سَنَدٍ أَوْ مَتْنِ … مُضْطَرِبٌ عِنْدَ أُهَيْلِ الْفَنِّ

Hadits yang sanad atau matannya berbeda disebut hadits mudhtharib menurut ahli hadits

٢٦ – وَالُمدْرَجَاتُ فِي الْحَدِيثِ مَا أَتَتْ … مِنْ بَعْضِ أَلْفَاظِ الرُّوَاةِ اتَّصَلَتْ

Hadits mudraj adalah hadits yang tercampuri sebagian lafazh perawi

٢٧ – وَمَا رَوَى كُلُّ قَرِينٍ عَنْ أَخِهْ … مُدَّبَّجٌ فَاعْرِفْهُ حَقًّا وَانْتَخِهْ

Setiap hadits yang diriwayatkan oleh perawi segenerasi dari saudaranya adalah hadits mudabbaj, maka ketahuilah ini dengan baik

٢٨ – مُتَّفِقٌ لَفْظاً وَخَطّاً مُتَّفِقْ … وَضِدُّهُ فِيمَا ذَكَرْنَا المُفْتَرِقْ

Hadits yang lafazh (pengucapan) dan khat (tulisan) perawi sama disebut hadits muttafiq, dan kebalikan apa yang kami sebutkan adalah hadits muftariq

٢٩ – مُؤْتَلِفٌ مُتَّقِقُ الخَطِّ فَقَطْ … وَضِدُّهُ مُخْتَلِفٌ فَاخْشَ الْغَلَطْ

Hadits mu`talif adalah jika hanya khat nama perawi yang sama, dan kebalikannya adalah hadits mukhtalif, maka hati-hatilah jangan salah

٣٠ – وَالْمُنْكَرُ الْفَرْدُ بِهِ رَاوٍ غَدَا … تَعْدِيلُهُ لاَ يْحمِلُ التَّفَرُّدَا

Hadits munkar adalah yang perawinya menyendiri dan keadilannya tidak diakui saat menyendiri

٣١ – مَتْرُوكُهُ مَا وَاحِدٌ بِهِ انْفَرَدْ … وَأَجْمَعُوا لِضَعْفِهِ فَهْوَ كَرَدْ

Hadits matruk adalah yang perawinya satu menyendiri dan mereka sepakat atas kelemahannya, sehingga ia tertolak

٣٢ – وَالكَذِبُ المُخْتَلَقُ المَصْنُوعُ … عَلَى النَّبِي فَذلِكَ المَوْضُوعُ

Hadits dusta yang direka-reka dan dibuat-buat atas nama Nabi itulah hadits maudhu’

٣٣ – وَقَدْ أَتَتْ كَالجَوْهَرِ المَكْنُونِ … سَمَّيْتُهَا مَنْظُومَةَ البَيْقُونِي

Sungguh nazham ini seperti mutiara yang tersimpan dan aku menamainya Manzhumah al-Baiquniyyah

٣٤ – فَوْقَ الثَّلاَثِيْنَ بِأَرْبَعٍ أَتَتْ … أَقْسَامُهَا تَمَّتْ بِخَيْرٍ خُتِمَتْ

Berisi 34 bagian yang sempurnya dan ditutup dengan kebaikan

***

Download:
Download PDF mirrorDownload PDFatau Download Wordversi Pustaka SyababDownload PDF atau Download Word