Biografi Imam Barbahari

Nama eBook: Biografi Imam Barbahariy
Penyusun: Syaikh Kholid ar-Rodady

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Sungguh masalah Aqidah adalah suatu masalah yang amat besar dan penting diketahui setiap muslim, aqidah yang benar akan menentukan semua yang diperbuat didunia ini, apakah dinilai Allah Azza wa Jalla atau tidak.

Banyak dan sungguh banyak daripada ulama yang membahas masalah ini, salah satunya buku terkenal Syarhus Sunnah karya seorang imam, mujahid, tokoh ulama panutan lagi disegani dan pemuka ulama pada zamannya, Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Kholaf Al Barbahariy rahimahullah.

Imam Al Barbahariy banyak bergaul dengan para ulama murid-murid imam Ahli sunnah Ahmad bin Hambal dan beliau banyak mengambil ilmu dari mereka dan kebanyakan mereka berasal dari Baghdad.

Karena keutamaannya dalam agama sehingga sebagian ulama menjadikan ia barometer seperti perkataan Abu Abdullah Al Faqih: “Jika ada orang yang berasal dari Baghdad senang terhadap Abul Hasan bin Basysyar dan Abu Muhammad Al-Barbahariy, ketahuilah dia termasuk Ahli sunnah.

Majlis ta’limnya dipenuhi dengan pengajian tentang ilmu hadits, atsar dan fikih yang dihadiri oleh para imam Ahli hadits dan fiqih.

Imam Adz Dzahabi asy-Syafi’i dalam kitab Al ‘Ibar berkata: “Dia seorang Ahli fikih dan tokoh panutan, ulama terkemuka dari kalangan madzhab Hambali di Iraq baik dalam pemikiran, kedudukan dan kebersihan hidupnya. Beliau memiliki posisi dan kedudukan yang sempurna.”

Ibnu Katsir asy-Syafi’i berkata: “Beliau seorang ulama yang zuhud, ulama Ahli fikih dari kalangan madzhab Hambali, sangatAhli dalam memberi nasihat dan sangat tegas dan keras terhadap Ahli bid’ah dan pelaku maksiat, serta sangat berwibawa dan disegani oleh orang alim dan orang awam.”

Demikian sekilas beliau dan pujian ulama terhadapnya, semoga kedepan dapat kita posting tulisan beliau Syarhus Sunnah, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Iklan

Hadits Larangan Berpuasa Ketika Safar

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin ‘Auf رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

صَائِمُ رَمَضَانَ فِي السَّفَرِ كَالْمُفْطِرِ فِي الْحَضَرِ

“Orang yang berpuasa Ramadhan ketika sedang safar adalah seperti orang yang tidak berpuasa ketika sedang tidak safar (mukim).”

Bagaimanakah status riwayat ini dan bagaimana pula tentang hadits lain yang terkenal:

لَيْسَ مِنَ الْبِرِّ أَنْ تَصُوْمُوْا فِيْ السَّفَرِ

“Bukanlah termasuk kebaikan berpuasa ketika sedang safar”

Silahkan untuk menyimak lebih lanjut dalam eBook berikut…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Pelajaran Dari 14 Hadits Pilihan

Segala puji bagi Allah, pujian yang terbaik untuk-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit. Amma ba’du:

Sebenarnya eBook berikut telah kami posting sekitar 6 tahun yang lalu, kemudian kami memandang baik untuk memposting ulang dengan menggabungkannya dengan eBooks hadits lainnya (dalam versi CHM) serta menyertakan file PDF dan DOC, versi sebelumnya tanpa hadits ‘Ikhlas Beramal’ dan kami membuang hadits ‘Larangan Saling Membenci (Hasad)’ karena telah terkandung pada eBook sebelumnya ‘Pelajaran dari 13 Hadits Pilihan’ yang diposting satu minggu yang lalu. Adapun isi eBooks ini adalah:

  1. Ikhlas Beramal
  2. Berbicara Baik dan Wajah Berseri
  3. Pemberi Petunjuk Kepada Kebaikan seperti yang Berbuat
  4. Diantara Etika Makan dan Minum
  5. Diantara Etika Bersin
  6. Perintah Jujur dan Larangan Dusta
  7. Keutamaan Salam dan Perintah Menyebarkan Salam
  8. Adab Buang Hajat
  9. Peringatan Dari Marah
  10. Berakhlak Baik
  11. Memberi Maaf dan Lapang Dada
  12. Pengaruh Teman Kepada Manusia
  13. Menjaga Lisan dan Tangan Dari Menyakiti
  14. Seorang Muslim Wajib Mencintai Saudaranya

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Pelajaran Dari 13 Hadits Pilihan

Segala puji bagi Allah, pujian yang terbaik untuk-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit. Amma ba’du:

Seorang muslim tidaklah berpaling sedikitpun dari al-Qur’an dan Sunnah shohihah dalam segala urusannya, mempelajari keduanya kemudian mengamalkannya; dikesempatan yang mulia ini kami ketengahkan 13 hadits pilihan yang semoga dapat kita amalkan:

  1. Tolong Menolong Sesama Muslim
  2. Larangan Saling Membenci dan Mendengki
  3. Islam Mengharamkan Suap
  4. Menunaikan Amanat
  5. Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua dan Haramnya Persaksian Palsu
  6. Haramnya Berlaku Curang (Menipu)
  7. Haramnya Namimah
  8. Haramnya Ghibah
  9. Kewajiban Terhadap Tetangga
  10. Meninggalkan Hal yang Tak Berguna
  11. Larangan Sombong dan Anjuran Kerapian dan Kebersihan Diri
  12. Tanda-tanda Orang Munafik
  13. Manisnya Iman

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Hadits Tentang Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Agama islam memerintahkan umatnya untuk berbakti kepada kedua orangtuanya terutama kepada ibu, banyak ayat al-Qur’an dan hadits yang shahih dalam hal ini, namun sayang kadang hadits palsu lebih dipopulerkan sebagian orang, diantaranya:

الـجَنَّةُ تَـحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ

“Surga ada di bawah telapak kaki para ibu”

Hadits ini adalah hadits palsu sebagimana dikatakan oleh para ulama ahli hadits, diantaranya Imam Ibnu Thahir, Imam Munawi asy-Syafi’i, Imam Ibnu Adi, Imam Adz-Dzahabi asy-Syafi’i dan Imam Ibnu Hajar al-Asqolani asy-Syafi’i -semoga Allah merahmati mereka semua-.

Adapun riwayat yang shahih dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang masalah ini adalah hadits yang dikeluarkan oleh Imam an-Nasa’i (6/11), al-Hakim (2/114 dan 4/167) dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabir (2/289), dengan sanad mereka dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami bahwa ayahnya Jahimah as-Sulami رضي الله عنه datang kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ، فَقَالَ: هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Wahai Rasulullah! Aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allah  عزّوجلّ) dan aku datang untuk meminta pendapatmu.” Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab, “Ya.” Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya.”

Hadits ini dinyatakan shahih oleh Imam al-Hakim, disepakati oleh Imam adz-Dzahabi dan al-Mundziri. Juga dikuatkan oleh Imam al-Haitsami dan dihukumi sebagai hadits hasan oleh Syaikh al-Albani.

Maka hadits shahih inilah yang harusnya kita jadikan sandaran dalam beramal dan yang kita sebarkan di masyarakat. Adapun hadits yang palsu di atas maka tidak boleh kita jadikan sebagai sandaran agar kita tidak termasuk orang yang menyiapkan sendiri tempatnya dineraka.

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Hadits Tentang Jenis-Jenis Makanan

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَنْفَجْنَا أَرْنَبًا بِمَرِّ الظَّهْرَانِ فَسَعَى الْقَوْمُ فَلَغَبُوا فَأَدْرَكْتُهَا فَأَخَذْتُهَا فَأَتَيْتُ بِهَا أَبَا طَلْحَةَ فَذَبَحَهَا وَبَعَثَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَرِكِهَا أَوْ فَخِذَيْهَا فَقَبِلَهُ. رواه البــــــــــــخاري

Dari Anas bin Malik berkata: Kami mengejar seekor arnab (kelinci) di Marri Azh Zhahran, (ia lari) orang-orang berusaha keras (menangkapnya) dan akhirnya merasa letih. Sementara kemudian aku mampu mengejar dan menangkapnya. Aku menghampiri Abu Thalhah dan ia menyembelihnya. Kemudian iamembawakan Rasulullah dengan paha depan dan paha bagian belakangnya dan beliau menerimanya.

عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ نَحَرْنَا فَرَسًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكـَلْنَاهُ. وفي رواية وَنَحْنُ فِي الْمـَدِينَةِ. رواه البخاري بل رواه الجماعة إلا أبا داود و الترمذي

Dari Asma` binti Abi Bakar Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Kami pernah menyembelih seekor kuda pada masa Rasulullah dan kemudian kami memakan dagingnya.” Dalam riwayat lain: “Dan kami berada di Madinah”. (Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari, bahkan diriwayatkan oleh Al Jama’ah kecuali Abu Dawud dan At Tirmidzi).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْعَ غَزَوَاتٍ نَأْكُلُ الْـجَـَرادَ. رواه البخاري

Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu: Keutamaan Mencium Kening Ibu

Nama eBook: Hadits Palsu: Keutamaan Mencium Kening Ibu
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc حفظه الله

Bismillah. Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, serta orang-orang yang selalu istiqomah dalam memegang teguh ajarannya yang murni hingga akhir zaman.

Berbakti kepada orang tua terutama ibu adalah kewajiban yang diperintahkan agama kepada setiap muslim, salah satu contohnya adalah hadits dari Abu Hurairah رضي الله عنه dia mengatakan, “Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ ثُمَّ أُمُّكَ ثُمَّ أُمُّكَ ثُمَّ أَبُوكَ ثُمَّ أَدْنَاكَ

Wahai Rasulullah! Siapakah orang yang paling berhak atau pantas untuk mendapat perlakuan baik (dariku)? Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, lalu setelah itu ayahmu, kemudian orang-orang yang terdekat denganmu.” (HR. Muslim)

Sangat banyak hadits dan riwayat dari salafush sholeh tentang keutamaan berbakti kepada orang tua terutama ibu, hanya saja banyak pula hadits-hadits lemah atau palsu dalam hal ini, diantaranya:

رُوِيَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسِ رضي الله عنهمَا أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَبَّلَ بَيْنَ عَيْنَيْ أُمِّهِ كَانَ لَهُ سَتْرًا مِنَ النَّارِ

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas رضي الله عنهما bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Barangsiapa mencium (kening) di antara kedua mata ibunya maka itu akan menjadi penghalang baginya dari api Neraka.”

Simak keterangan dalam eBook ini tentang alasan bahwa hadits ini adalah palsu dan semoga kita bukan orang yang melariskan hadits lemah apatah lagi hadits dan kisah palsu, karena tempat kembalinya adalah neraka…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Biografi Syaikh Hamud at-Tuwaijiri

Nama eBook: Biografi Syaikh Hamud bin Abdullah at-Tuwaijiri
Penyusun: Abu Aisyah

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah ta’ala dengan pujian yang mana lisan kita selalu basah memuji-Nya, selanjutnya sholawat dan salam bagi nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Dikesempatan yang mulia ini kita ketengahkan biografi salah seorang imam dakwah kepada Allah pada abad ini, yakni Syaikh al-Allamah al-Muhaddits al-Faqih Hamud bin Abdullah bin Hamud bin Abdur Rahman at-Tuwaijiri, dari Alu Jabbarah, pecahan dari kabilah Anazah Arabiyah yang masyhur.

Beliau رحمه الله dilahirkan pada tahun 1334 H di kota Majma’ah, ibukota negeri Sudair, Saudi Arabia, dalam lingkungan keluarga yang dikenal dengan keilmuan dan keutamaan mereka.

Beliau رحمه الله mulai belajar dasar-dasar baca tulis dan al-Qur’an kepada Syaikh Ahmad ash-Sha’igh. Sebelum usia 11 tahun, beliau telah hafal al-Qur’an; pada usia yang sangat dini beliau telah mempelajari ringkasan-ringkasan kitab-kitab ilmiah dalam bidang tauhid, hadits, fiqh, fara’idh, dan nahwu.

Beliau belajar kepada para ulama dan mendapatkan ijazah dari mereka, selanjutnya ia dipercaya sebagai qadhi, namun akhirnya beliau mengundurkan diri.

Beliau menyibukkan diri dengan ilmu. Beliau banyak menulis kitab-kitab yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Beliau tekankan penulisan beliau pada masalah-masalah terlarang yang banyak dilakukan oleh manusia, atau pada syubhat-syubhat di masyarakat dan perkara-perkara baru yang diada-adakan. Beliau jelaskan dengan dalil-dalil kuat dan argumen-argumen yang gamblang sehingga bisa diterima dan memberi manfaat yang besar kepada setiap pembaca tulisan beliau.

Beliau begitu gigih dalam membela sunnah dan meluruskan penyimpangan-penyimpangan orang yang menyeleweng dari jalan Alloh. Beliau bantah penyelewengan tersebut dengan pena sebagai pembelaan terhadap Sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan aqidah shahihah, aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, kadang-kadang beliau sebarkan bantahan-bantahan tersebut ke media cetak dalam dan luar negeri Saudi.

Demikian sekelumit biografi syaikh, beliau wafat di Riyadh tanggal 5 Jumada Tsaniyah tahun 1413 H dan dimakamkan di pekuburan Nasim, Riyadh. Semoga Alloh meridhainya dan menempatkannya dalam keluasan jannah-Nya, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Mengenal Para Sahabat As-Sabiqunal Awwalun

Nama eBook: Mengenal Sosok Dari Generasi As-Sabiqunal Awwalun
Penulis: Ustadz Abu Minhal, Lc حفظه الله

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.

Dalam permulaan dakwahIslam,umatIslammengenal adanya     istilahas-sabiqunal awwalun. Dari kata السَّابِقُونَ (as-sabiqun) yang artinya orang yang terdahulu (daripada orang lain) dan الأوَّلُونَ (al-awwalun) yang bermakna orang-orang yang pertama-tama. Maka, ketika digabungkan dua kata tersebut, bermakna orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama masuk Islam.

Al-Qur’anul Karim telah menyatakan perihal tingginya derajat as-Sabiqunal awwalun, baik dari kalangan Muhajirin dan Anshar di atas Muslim lainnya, baik pada masa generasi Sahabat, apalagi di atas generasi sekarang. Allahعزّوجلّberfirman:

وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di  antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah/9:100)

Allah Tabaraka wa Ta’ala hanya ridha kepada As-Saabiquunal Awwaluun dan orang-orang yang mengikuti mereka, dengan kata lain tidak ada jalan untuk mendapat ridha Allah selain jalan yang telah ditempuh para sahabat, semoga kita termasuk dalam golongan yang mengikuti tersebut, amin…

eBook ini akan disebutkan nama-nama para sahabat yang terdahulu lagi paling awal memeluk agama yang mulia ini, semoga bermanfaat…

Download:
Download CHM atau Download ZIP dan Download PDF atau Download Word

Biografi Abdurrohman bin Auf

Nama eBook: Abdurrohman bin Auf: Saudagar Sholih yang Dermawan
Penyusun: Ustadz Abu Faiz Sholahuddin حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya.

Dikesempatan ini kita mempelajari kisah salah satu kibar ash-shohabah (pembesar sahabat) dan sahabat yang diberi kabar gembira dengan surga, serta termasuk sahabat pertama yang masuk Islam.

Beliau bernama Abu Muhammad Abdurrohman bin Auf bin Abdi Auf bin Abd bin al-Harits bin Zahroh bin Kilab bin Murroh, Di masa jahiliah beliau dipanggil Abdu Amri atau Abdul Ka’bah. Kemudian setelah keislamannya,  Rosululloh صلى الله عليه وسلم mengganti nama beliau menjadi Abdurrohman. Dan dialah Abdurrohman bin Auf رضي الله عنه yang akan menorehkan dengan tinta emas sejarah kejayaan Islam di periode pertama umat ini.

Beliau telah meneguhkan hati dan menjadikan Islam sebagai agama terakhirnya sebelum Rosululloh صلى الله عليه وسلم berkumpul dengan para sahabatnya di Darul Arqom tepatnya dua hari setelah sahabat mulianya Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه mengikrarkan keislamannya. Hingga beliau pun mendapatkan bagian seperti apa yang dirasakan oleh sebagian sahabat lemah di awal-awal Islam.

Dan tatkala Rosululloh صلى الله عليه وسلم telah memberi izin para sahabatnya untuk berhijrah ke Madinah maka beliau adalah salah satu sahabat yang terdepan dalam menjalankan kebaikan. Di Madinah ia dipersaudarakan oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم dengan sahabat anshor, beliau ditawarkan harta oleh sahabat anshor tersebut, namun beliau menolak dengan halus, kemudian yang dimintanya hanyalah menunjukkan jalan kepasar, lalu ditunjukkan kepada beliau, kemudian beliau bekerja dan berdagang sehingga dapat mengais rezeki Alloh yang melimpah, dengan hartanya beliau berderma dijalan Allah….

Download:

Download CHM atau Download ZIP dan Download Word atau Download PDF