Biografi Abdurrohman bin Auf

Nama eBook: Abdurrohman bin Auf: Saudagar Sholih yang Dermawan
Penyusun: Ustadz Abu Faiz Sholahuddin حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya.

Dikesempatan ini kita mempelajari kisah salah satu kibar ash-shohabah (pembesar sahabat) dan sahabat yang diberi kabar gembira dengan surga, serta termasuk sahabat pertama yang masuk Islam.

Beliau bernama Abu Muhammad Abdurrohman bin Auf bin Abdi Auf bin Abd bin al-Harits bin Zahroh bin Kilab bin Murroh, Di masa jahiliah beliau dipanggil Abdu Amri atau Abdul Ka’bah. Kemudian setelah keislamannya,  Rosululloh صلى الله عليه وسلم mengganti nama beliau menjadi Abdurrohman. Dan dialah Abdurrohman bin Auf رضي الله عنه yang akan menorehkan dengan tinta emas sejarah kejayaan Islam di periode pertama umat ini.

Beliau telah meneguhkan hati dan menjadikan Islam sebagai agama terakhirnya sebelum Rosululloh صلى الله عليه وسلم berkumpul dengan para sahabatnya di Darul Arqom tepatnya dua hari setelah sahabat mulianya Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه mengikrarkan keislamannya. Hingga beliau pun mendapatkan bagian seperti apa yang dirasakan oleh sebagian sahabat lemah di awal-awal Islam.

Dan tatkala Rosululloh صلى الله عليه وسلم telah memberi izin para sahabatnya untuk berhijrah ke Madinah maka beliau adalah salah satu sahabat yang terdepan dalam menjalankan kebaikan. Di Madinah ia dipersaudarakan oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم dengan sahabat anshor, beliau ditawarkan harta oleh sahabat anshor tersebut, namun beliau menolak dengan halus, kemudian yang dimintanya hanyalah menunjukkan jalan kepasar, lalu ditunjukkan kepada beliau, kemudian beliau bekerja dan berdagang sehingga dapat mengais rezeki Alloh yang melimpah, dengan hartanya beliau berderma dijalan Allah….

Download:

Download CHM atau Download ZIP dan Download Word atau Download PDF

Fiqih Mengingkari KEMUNGKARAN

Nama eBook: Bid’ah-Bid’ah di Bulan Ramadhan
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Mengingkari kemungkaran merupakan kewajiban agama dan ibadah yang sangat utama. Namun, harus diketahui bahwa pengingkaran memiliki etika dan kaidah yang telah diajarkan oleh Rosululloh صلى الله عليه وسلم, karena beliau adalah seorang yang paling mengerti tentang metode dakwah yang terbaik. Mungkinkah Nabi صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada umatnya tata cara buang air besar, lalu melupakan untuk mengajarkan mereka tata cara inkarul munkar?!!.

Metode mengingkari kemungkaran yaitu tidak boleh mengingkari kemungkaran jika malah menimbulkan kerusakan yang lebih besar, perhatikan hadits berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنَ مَالِكٍ قَالَ بَيْنَمَا نَـحْنُ فِيْ مَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَقَامَ يَبُوْلُ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَهْ مَهْ. قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تُزْرِمُوهُ دَعُوهُ فَتَرَكُوهُ حَتَّى بَالَ. ثُـمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ: إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لَا تَصْلُحُ لِشَيْءٍ مِنْ هَذَا الْبَوْلِ وَلَا الْقَذَرِ، إِنَّمَا هِيَ لِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالصَّلَاةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ. أَوْ كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَ فَأَمَرَ رَجُلًا مِنَ الْقَوْمِ فَجَاءَ بِدَلْوٍ مِنْ مَاءٍ فَشَنَّهُ عَلَيْهِ

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, “Ketika kami sedang di masjid bersama Rosululloh صلى الله عليه وسلم, tiba-tiba datang seorang Arab badui lalu berdiri untuk kencing di masjid. Para sahabat Rosul صلى الله عليه وسلم menghardiknya, tetapi Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda, ‘Janganlah kalian memutusnya, biarkanlah dia selesai kencing dulu.’ Maka mereka membiarkan orang tersebut kencing hinggaselesai. Setelah itu Rosululloh صلى الله عليه وسلم menasihatinya, ‘Sesungguhnya masjid ini tidak boleh digunakan untuk kotoran dan kencing, masjid adalah tempat untuk dzikir, sholat, dan membaca al-Qur’an.’ Atau sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم yang sesuai. Setelah itu, Nabi صلى الله عليه وسلم memerintah seseorang untuk mengambil satu ember air dan menyiramnya.'”

Kencing dalam masjid adalah hal terlarang, namun Rosululloh صلى الله عليه وسلم melarang para sahabat untuk menghardik arab badui tersebut, karena beberapa sebab diantaranya:

  1. Akan membahayakan orang tersebut karena memberhentikan seorang yang tengah kencing adalah berbahaya dan menyakitkan,
  2. Seandainya dibiarkan terlebih dahulu maka dia akan menumpahkan najis pada bagian kecil dari masjid, tetapi kalau saja dia ditegur di tengah-tengah kencing niscaya air kencing akan mengena pada badannya dan pakaiannya serta malah melebar ke bagian masjid lainnya.

Itulah sebagian dari fiqih hadits tersebut, lihat bahasannya lebih detil dalam eBook ini dan temukan pula didalamnya kisah para ulama dalam mengingkari kemungkaran, semoga bermanfaat bagi kita semua, amin….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Urwah bin Zubair bin Awwam

Nama eBook: Urwah bin Zubair رحمه الله
Penyusun: Ustadz Abu Faiz Sholahuddin حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah Rabb sekalian alam. Sholawat dan salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kemudian.

Pada zaman tabi’in (murid para sahabat) dikota madinah terkenal sebutan fuqoha as-sab’ah (tujuh tokoh fiqih terkemuka kota Madinah), dan posting kita kali ini memuat biografi salah satu dari mereka yakni Abu Abdillah al-Madani al-Faqih Urwah bin Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdil Uzza bin Qushoy al-Qurosyi al-Asadi.

Ayah beliau, Zubair bin Awwam رضي الله عنه, adalah salah satu sahabat dekat dan pilihan Rosululloh صلى الله عليه وسلم. Zubair رضي الله عنه merupakan orang yang pertama kali menghunuskan pedangnya untuk Islam dan beliau adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira dengan surga (asyroh al-mubasyarina bil Jannah).

Sementara itu, ibu beliau adalah Asma’ binti Abi Bakr رضي الله عنها, seorang shohabiyah terkemuka yang telah populer menyandang gelar dzatu nithoqoin, bibi Urwah bin Zubair adalah Ummul Mukminin Aisyah رضي الله عنها, kekasih tercinta dari orang yang paling ia cintai (Nabi Muhammad  صلى الله عليه وسلم) melebihi cintanya kepada keluarganya bahkan kepada dirinya sendiri. Tatkala sang bibi tersebut harus meninggalkannya maka beliau sendirilah yang turun ke kuburnya dan meratakan liang lahat dengan kedua tangannya.

Baca pos ini lebih lanjut

Update: Cinta Tanah Air Sebagian Iman

Nama eBook: Hadits Palsu: Cinta Tanah Air Adalah Sebagian Dari Iman
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Pada bulan Agustus ramai para khatib dan pembicara membawakan kalimat “Cinta tanah air adalah sebagian dari iman” yang teks arabnya ialah:

حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الإِيْـمَانِ

Perkataan atau kalimat ini disandarkan oleh mereka Rasulullah صلى الله عليه وسلم, padahal sungguh perkataan tersebut adalah hadits palsu. Mencintai tanah kelahiran adalah fitrah manusia yang pada asalnya tidaklah terlarang, namun janganlah kita melariskan hadits dhaif apatahlagi hadits palsu yang mana telah mutawatir dari sunnah nabi  yang mulia bahwa orang yang melakukannya berarti ia telah menyiapkan tempatnya sendiri dineraka.

Silahkan baca eBook ini lebih lanjut dan dapatkan penjelasan ulama tentang hadits ini dan bagiamana seharusnya kita dalam mencintai negeri kita.

Bagimanakah status hadits ini dan pandangan syari’at terhadapnya, silahkan untuk menyimak lebih lanjut dalam eBook berikut…

Catatan:

eBook hadits ini telah terbit beberapa tahun yang lalu, dikesempatan ini kami gabungkan dengan eBook hadits yang lain dalam versi CHM dan kami sertakan eBook PDF dan Word, semoga bermanfaat…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Putra-Putri Rasulullah

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Rasulullah صلى الله عليه وسلم memilik tiga orang putra yaitu:

  1. Al-Qasim, dilahirkan di Makkah sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi. Al-Qasim meninggal di Mekah pada usia dua tahun. Namun menurut Qatadah, Al-Qasim meninggal ketika ia  sudah bisa berjalan.
  2. Abdullah, dinamakan juga dengan at-Thayyib (yang baik) dan at-Thahir (yang suci) karena ia dilahirkan sesudah Islam.
  3. Ibrahim, dilahirkan dan wafat di Madinah tahun sepuluh hijriah pada usia tujuh belas atau delapan belas bulan.

Adapun Putri-putri Rasulullah صلى الله عليه وسلم ialah:

  1. Zainab, menikah dengan Abu Al-Ash bin Rabi’ bin Abdul Uzza bin Abdul Syams sepupu Zainab, karena ibunya adalah Hala binti Khuwailid (saudara dari Khadijah binti Khuwailid). Zainab mempunyai anak bernama Ali yang meninggal waktu kecil dan Umamah yang digendong oleh Nabi صلى الله عليه وسلم waktu shalat.
  2. Ruqayyah, menikah dengan Ustman bin Affan. Meninggal di pangkuan Ustman. Ruqayyah memiliki seorang putra yang bernama Abdullah sehingga Ustman dipanggil dengan kunyah Abu Abdullah.
  3. Ummu Kultsum, Ustman lalu menikahi Ummu Kultsum (adik Ruqayyah) yang juga meninggal di pangkuannya.
  4. Fatimah, menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Dari pernikahan tersebut Fatimah melahirkan Hasan, Husain, Muhassin yang meninggal waktu kecil, Ummu Kultsum yang menikah dengan Umar bin Khattab, dan Zainab yang menikah dengan Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib.

Demikianlah nama-nama dari anak Rasulullah صلى الله عليه وسلم, kemudian dalam eBook ini akan dijelaskan lebih lanjut biografi putri-putri Rasulullah, selamat membaca…

Download:
 Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Hadits Palsu: Bersusah Payah Mencari Rezeki

Nama eBook: Hadits Palsu Tentang Bersusah Payah Mencari Rezeki
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Agama islam memotivasi pemeluknya untuk mencari rezeki untuk memenuhi nafkah hidupnya dan keluarganya, bahkan apa yang dia usahakan dalam hal ini dihitung sedekah, sebagimana sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

مَا كَسَبَ الرَّجُلُ كَسْبًا أَطْيَبَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى نَفْسِهِ، وَأَهْلِهِ وَوَلَدِهِ، وَخَادِمِهِ، فَهُوَ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seseorang memperoleh suatu penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shodaqoh.” (HR. Ibnu Majah di dalam As-Sunan, Kitab At-Tijaroot Bab Al-Hatstsu ‘Ala Al-Makasibi, no.2129. al-Kanani berkata, ‘Sanadnya Hasan’, Lihat Mishbah Az-Zujajah III/5)

Ada riwayat lain yang disandarkan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang berpayah-payah untuk mencari rezeki yakni:

رُوِيَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَرْفُوْعً: إِنَّ اللهَ يُـحِبُّ أَنْ يَرَى عَبْدَهُ تَعِبًا فِيْ طَلَبِ الْـحَلَالِ

Diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم: “Sesungguhnya Allah suka melihat hamba-Nya yang sedang bersusah payah dalam mencari (rezeki) yang halal”

Bagimanakah status hadits ini dan pandangan syari’at terhadapnya, silahkan untuk menyimak lebih lanjut dalam eBook berikut…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Hadits Dhaif dan Palsu Seputar Tetangga

Nama eBook: Peringatan Terhadap Sebagaian Hadits Tentang Tetangga yang Dinisbatkan Kepada Nabi

Penulis: Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid al-Halabi حفظه الله

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Setelah sebelumnya kita posting hadits-hadits shahih yang berhubungan dengan tetangga, maka dikesempatan ini kita ketengahkan pula beberapa hadits dhaif dan palsu tentang tetangga yakni…

اَلْـجَارُ قَبْلَ الدَّارِ

“Tetangga sebelum rumah”

(Maksudnya tetangga lebih didahulukan sebelum keluarga di rumah)

قِالْـجِيرَانُ ثَلاثَةٌ : جَارٌ لَهُ حَقٌّ وَاحِدٌ وَهُوَ أَدْنَى الْجِيرَانِ حَقًّا، وَجَارٌ لَهُ حَقَّانِ، وَجَارٌ لَهُ ثَلاثَةُ حُقُوقٍ، فَأَمَّا الَّذِي لَهُ حَقٌّ وَاحِدٌ : فَجَارٌ مُشْرِكٌ لا رَحِمَ لَهُ ، لَهُ حَقُّ الْجِوَارِ، وَأَمَّا الَّذِي لَهُ حَقَّانِ : فَجَارٌ مُسْلِمٌ، لَهُ حَقُّ الإِسْلامِ وَحَقُّ الْجِوَار، وَأَمَّا الَّذِي لَهُ ثَلاثَةُ حُقُوقٍ : فَجَارٌ مُسْلِمٌ ذُو رَحِمٍ، لَهُ حَقُّ الإِسْلامِ، وَحَقُّ الْجِوَار، وَحَقُّ الرَّحِمِ

“Tetangga ada tiga macam, yaitu tetangga yang mempunyai satu hak dan ini adalah jenis tetangga yang haknya paling rendah, tetangga yang mempunyai dua hak, dan tetangga yang mempunyai tiga hak. Adapun tetangga yang mempunyai satu hak adalah tetangga yang musyrik yang tidak mempunyai tali kekerabatan, maka ia mempunyai hak tetangga saja. Adapun tetangga yang mempunyai dua hak adalah tetangga yang muslim, maka ia memiliki hak sebagai muslim dan hak sebagai tetangga. Adapun tetangga yang mempunyai tiga hak adalah tetangga muslim yang mempunyai tali kekerabatan, maka ia mempunyai hak sebagai muslim, hak sebagai tetangga, dan hak sebagai kerabat/keluarga.”

اَلنَّبِيُّ وَصَّى عَلَى سَابِعِ جَارٍ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepada tetangga yang ketujuh.”

Download:
Download CHM 
atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Keutamaan Ilmu Agama Atas Ibadah

Nama eBook: Keutamaan Ilmu Agama Lebih Agung Dari Keutamaan Ibadah
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawas, MA حفظه الله

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

فَضْلُ الْعِلْمِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ فَضْلِ الْعِبَادَةِ

“Keutamaan ilmu (syar’i) lebih aku sukai daripada keutamaan ibadah.” (HR. Al-Hakim, Al-Bazzar, At-Thoyalisi, dari jalan Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani dalam Shohih Al-Jami’, no.4214).

Dan di dalam riwayat lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ على الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ على سَائِرِ الْكَوَاكِبِ

Sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu dibanding ahli ibadah, seperti keutamaan bulan di malam purnama dibanding seluruh bintang- bintang.” (HR. Abu Dawud no.3641, Ibnu Majah no.223, dari hadits Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu).

Simak maksud dan faedah kedua hadits tersebut dalam eBook dibawah ini…

Download:

Download CHM atau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Biografi Imam Ahmad

Nama eBook: Biografi Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal
Penulis: Walid bin Muhammad Nubaih

Alhamdulillah, kita bersyukur dan memuji Allah ta’ala dengan pujian yang mana lisan kita selalu memuji-Nya, selanjutnya sholawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad bin Abdillah, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti sunnah mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Allah memelihara dan menjaga agama ini dengan memunculkan orang-orang yang mentajdid agama-Nya dan menjaga atsar-atsar Rasul-Nya serta mengibarkan panji-panji Sunnah. Dia azza wa jalla telah menentukan insan-insan terpilih yang ‘udul (terpercaya) yang menghidupkan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam, membela dan menyebarkannya di tengah umat. Mereka menjadi pelita yang menerangi jalan umat, dan menyinari hati kaum Muslimin dengan ilmu yang diwariskan, nasehat yang disampaikan, akhlak mulia yang dipraktekkan, dan ibadah yang ditekuni.

Salah satu atu dari mereka tersebut yakni Imam Ahmad yang seluruh umat sepakat dengan ilmu dan kemuliannya.

Nama beliau Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asas bin Idris bin ‘Abdullah bin Hajyan bin ‘Abdullah bin Anas bin ‘Auf bin Qasith bin Mazin bin Syaiban bin Dzahal Tsa’labah bin Akabah bin Sha’ab bin ‘Ali bin Bakar bin Muhammad bin Wa’il bin Qasith bin Afshiy bin Damiy bin Jadhah bin Asad bin Rabi’ah bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Beliau lebih dikenal dengan Ahmad bin Hanbal (dinisbatkan kepada kakeknya) dan setelah beliau memiliki putra maka lebih dikenal dengan kun-yah beliau yakni Abu ‘Abdillah.

Beliau adalah salah satu dari 4 imam madzhab, yang madzhab beliau dikenal dengan madzhab Hanbali (Hanabilah), beliau adalah ahli hadits dan bahkan guru para ahli hadits dan seorang yang faqih; beliau adalah iman Ahlus Sunnah.

Tidak terhitung pujian para ulama kepadanya, berkata seorang Ahli Hadits terkemuka dan ternama, Imam Ali al-Madini, “Semoga Allah عزّوجلّ memelihara Ahmad bin Hanbal, karena ia pada hari ini menjadi hujjah Allah عزّوجلّ atas segenap makhluk-Nya.”

Imam al-Khatib al-Bagdadi meriwayatkan dari Imam Ali al-Madini juga bahwa ia berkata, “Sungguh Allah telah memuliakan/menolong agama ini dengan dua orang imam dan tidak ada yang ketiga, yaitu dengan Abu Bakar ash-Shiddiq pada hari riddah (terjadi murtad massal), dan dengan Ahmad bin Hambal pada hari mihnah (fitnah yang mana dipaksakan oleh pemerintah untuk meyakini bahwa al-Qur’an adalah makhluk).

Karena keteguhan imam Ahmad dalam menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah bukan makhluk, maka beliau mendapat siksaan yang sangat keras, namun berkat kekuatan dan ketabahannya maka beliau dapat melewatinya hingga badai fitnah tersebut pergi.

Demikian sekelumit yang sebagian dipaparkan dalam eBook yang singkat ini, semoga Allah merahmati imam Ahmad bin Hanbal dan meninggikan derajatnya, dan semoga kita dikumpulkan bersama beliau bersama para nabi, para shiddiqin, para syuhada dan orang-orang yang shaleh, amin..

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Biografi Mu’adzah binti ‘Abdillah

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah merekomendasikan sebaik-baik generasi yakni generasi sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in, mereka adalah teladan kita dalam menjalankan agama ini dan ittiba’ mereka kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Berikut -dalam ebook ini- akan disebutkan seorang wanita teladan dari golongan tabi’in yang diantara gurunya adalah ibunda kaum muslimin Aisyah radhiyallahu ‘anha, wanita teladan ini bernama Mu’adzah binti ‘Abdillah al-‘Adawiyyah, nama kunyahnya Ummu Shahba.

Beliau termasuk perawai hadits yang banyak ulama terkemuka belajar kepada beliau diantanya; Abu Qilabah, Qatadah, Ayyub as-Sakhtiyani, Ashim al-Ahwal, Sulaiman bin ‘Abdillah al-Bashri dan selain mereka -semoga Allah merahmati mereka semua-.

Mu’adzah merupakan seorang mu’allimah (guru) yang bijaksana dan sering memberi nasehat, yang selalu berusaha mentarbiyah umat Islam. Setiap untaian nasihat yang dirangkai lisannya sarat akan hikmah dan manfaat, serta membuat orang-orang yang mendengarnya merasa sejuk dan puas. Ini membuat orang-orang merasa nyaman di sisinya. Ja’far bin Kaisan pernah berkata: “Saya pernah melihat Mu’adzah sedang duduk dan di sekelilingnya banyak wanita”.

Mu’adzh adalah potret seorang wanita Muslimah sejati yang meletakkan dunia di belakang punggungnya, Dialah wanita akhirat yang senantiasa bersemangat memborong dagangan akhiratnya. Tidak silau dengan pesona dunia yang cepat sirna. Menurutnya, linangan air mata di malam hari lebih manis daripada gelak-tawa orang-orang. Bangun di tengah malam untuk tahajjud dan membaca al-Qur’an baginya lebih mendatangkan kenikmatan dibandingkan terlelap dalam buaian mimpi.. Rasa cinta terhadap ketaatan dalam pandangannya lebih lezat ketimbang lezatnya makanan manapun.

Muhammad bin Fudhoil pernah berkata: “Ayahku pernah bercerita kepadaku, dia berkata: “Jika datang waktu siang, Mu’adzah berkata, “Inilah hari dimana aku akan meninggal, maka ia tidak tidur hingga sore”. Jika malam hari telah tiba, ia berkata (lagi), “Inilah malam dimana aku akan meninggal”. Maka, ia tidak tidur hingga pagi…

Demikianlah sekelumit dari wanita teladan ini, yang kami menghimbau terutama kaum muslimah menjadikan para wanita salafush shalih sebagai teladan dan membuang jauh-jauh para aktris…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word