Dahwah Islam: Kewajiban Mulia Yang Harus Dijaga

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam, shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang menjadi teladan bagi setiap da’i yang menyeru kejalan Allah سبحانه و تعالى.

Tidak diragukan lagi, bahwa dakwah menyeru kepada tauhid, dan membimbing manusia menuju jalan-Nya yang lurus, merupakan media eksisnya agama ini. Maka, tak heran bila dakwah ini termasuk kewajiban agama yang paling urgens. Dengan dakwah, manusia bisa membedakan antara petunjuk dan kesesatan; bisa memilah mana yang hak dan mana yang batil. Sehingga, berdakwah pun menjadi tugas dan kewajiban para rasul dan pengikut mereka hingga Hari Kiamat. Dan seperti yang telah diketahui, bahwa manusia dan juga jin diciptakan tidak lain kecuali agar mereka beribadah kepada-Nya semata, tanpa menyekutukan-Nya. Juga agar titah dan larangan-Nya diagungkan; agar Allah dikenal dengan asma’ dan sifat-Nya.

Dan Allah pun menjelaskan bahwa para pengikut Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah para da’i yang menyeru menuju Allah; dan merekalah ahli ilmu. Dan kewajiban mereka adalah mengikuti beliau dan meniti  jalan  yang  ditempuh  Beliau صلى الله عليه وسلم.

Adapun dakwah dalam artian umum, merupakan hal yang wajib bagi setiap Muslim dan Muslimah; sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya. Dan dakwah kepada Allah beragam bentuk dan variasinya. Orang yang menyampaikan suatu ayat, atau hadits, ia pun telah menyeru menuju agama Allah. Orang yang mengingatkan orang lain yang lalai, ini pun bentuk dakwah. Seseorang yang mendidik keluarganya atas dasar petunjuk Allah, iapun telah meyampaikan risalah Allah. Begitu pula orang yang memberikan nasihat, atau mengajarkan kebaikan, berbuat amar makruf nahi mungkar, sejatinya ia telah berdakwah menuju agama Allah….

Temukan bahasan yang baik lagi mencakup dalam eBook ini akan urgensi dakwah, prioritas dahwah, kewajiban dakwah dan lainnya yang dibutuhkan oleh kita semua…

Download:
Download CHM
atauDownload ZIP dan Download PDF atau Download Word

Iklan

Muamalah Dengan ORANG KAFIR

Nama eBook: Muamalah Dengan ORANG KAFIR
Penulis: Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam yang telah memberikan berbagai nikmat yang terhingga kepada kita, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Dalam kehidupan bermasyarakat di negara ini, tentunya seorang muslim hidup dengan beragam manusia yang berbeda agama. Tentu saja tidak bisa disamakan sikap kita kepada orang kafir (non Muslim) dengan sikap kita kepada sesama Muslimin, karena hal ini menyangkut aqidah al-Wala’ dan al-Bara’.

Bermuamalah dengan orang kafir hukum asalnya boleh, sebuah kaedah menyatakan: Pada asalnya semua muamalah yang dibutuhkan manusia tidak diharamkan atas mereka, kecuali ada petunjuk al-Qur’an dan Sunnah yang mengharamkannya. Sebagaimana tidak disyariatkan sebuah ibadah yang dilakukan dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah عزّوجلّ, kecuali ada petunjuk al-Qur’an dan Sunnah yang mensyariatkannya. Karena agama adalah semua yang disyariatkan Allah عزّوجلّ, dan yang haram adalah yang Allah عزّوجلّ haramkan. Berbeda dengan orang-orang yang Allah عزّوجلّ cela. Mereka mengharamkan yang tidak diharamkan Allah عزّوجلّ, dan menyekutukan Allah عزّوجلّ dengan sesuatu yang tidak ada hujahnya, serta membuat syariat dari agama ini apa yang tidak diizinkan Allah.

Salah satu contoh muamalah dengan orang kafir adalah jual-beli, telah shahih bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم membeli dari orang kafir seperti hadits berikut:

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ جَاءَ رَجُلٌ مُشْرِكٌ مُشْعَانٌّ طَوِيلٌ بِغَنَمٍ يَسُوقُهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْعًا أَمْ عَطِيَّةً أَوْ قَالَ أَمْ هِبَةً قَالَ لَا بَلْ بَيْعٌ فَاشْتَرَى مِنْهُ شَاةً

Kami bersama Nabi صلى الله عليه وسلم kemudian datanglah seorang musyrik yang tinggi (posturnya) menggiring kambing. Lalu Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: Silahkan dijual atau diberikan? Atau berkata: atau dihadiahkan. Maka ia menjawab: Tidak. Tapi dijual. Maka beliau صلى الله عليه وسلم membeli darinya seekor kambing. (Shahih al-Bukhari 4/410 no. 2216)

Selain jual-beli, muamalah dengan orang kafir seperti: utang-piutang, barang gadaian,  hadiah, wakaf mereka untuk kaum muslimin, wakaf seorang muslim untuk keluarganya yang kafir, menjenguk orang kafir yang sakit dan memberi ucapan selamat kepada mereka, dan lainnya; simak sebagain bahasannya dalam ebook ini, semoga bermanfaat…

Download:
Download CHM mirror Download ZIP dan Download PDF mirrorDownload PDFatau Download Word

Waspada Terhadap Bid’ah_Update

Nama eBook: Waspada Terhadap Bid’ah
Penyusun: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz ‘Abdullah bin Baz رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Telah kita posting sebelumnya eBook hari raya-hari raya yang tidak disyariatkan tulisan syaikh Wahid ‘Abdus Salam Baali diantaranya:

  1. Perayaan Tahun Baru Hijriah
  2. Perayaan Maulid Para Wali
  3. Hari Ibu
  4. Hari Raya Orang-Orang Baik

Adapun banyak lagi perayaan yang tidak disyari’atkan, diantaranya seperti:

  1. Perayaan Maulid Nabi
  2. Peringatan Isra’ dan Mi’raj
  3. Peringatan Malam Nisfu Sya’ban

Semuanya diterangkan oleh Syaikh bin Baz agar kita waspada terhadapnya, selain itu syaikh juga mengingatkan kebohongan wasiat syekh Ahmad yang beberapa tahun yang lalu santer diseentero dunia Islam, termasuk Indonesia. Selamat menyimak dan semoga kita terhindar dari berbagai penyimpangan syubhat dan syahwat dalam menjalankan agama yang hanif ini, amin…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Hari Raya-Hari Raya yang Tidak Disyari’atkan

Nama eBook: Hari Raya-Hari Raya yang Tidak Disyari’atkan
Penulis: Syaikh Wahid ‘Abdus Salam Baali

Ahamdulillah, kita memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya, Allah telah memberikan kita begitu banyak nikmat, yaitu sehat wal afiat, umur panjang, kesempatan untuk beribadah, lebih-lebih lagi rezeki batin yang Allah berikan berupa nikmat iman dan Islam. Shalawat dan salam bagi nabi kita, tauladan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Salah satu nikmat yang diberikan Allah Ta’ala kepada kita adalah ia menetapkan bagi kita hari raya untuk beribadah kepada-Nya dan menampakkan rasa syukur kepada-Nya. Hari raya dalam satu tahun ada dua yakni hari raya Idhul Fithri dan Idhul Adha, dan tiap pekannya hari Jum’at.

Hanya saja sekarang ini, manusia membuat berbagai perayaan layaknya seperti hari raya, diantara yang dibahas penulis dalam eBook ini adalah:

  1. Perayaan Tahun Baru Hijriah
  2. Perayaan Maulid Para Wali
  3. Hari Ibu
  4. Hari Raya Orang-Orang Baik

Semuanya bukanlah perayaan yang disyari’atkan dalam agama Islam, karena Islam telah sempurna dan tidak memerlukan tambahan didalamnya walau sedikit, semoga Allah menjaga kita umat Islam, amin..

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

39 Kesalahan Memandikan dan Mengafani Mayat

Nama eBook: 39 Kesalahan Ketika Memandikan dan Mengafani Mayat
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Kita sajikan kembali eBooks berseri seputar kesalahan dalam penyelenggaran jenazah dan yang berhubungan dengannya, kali ini adalah bersama 39 Kesalahan Ketika Memandikan dan Mengafani Mayat, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Meletakkan roti dan satu kendi air di tempat sang mayat dimandikan selama tiga malam sesudah kematiannya,
  2. Menyalakan penerangan atau lentera di tempat mayat dimandikan selama tiga malam, sejak terbenam matahari hingga terbit fajar. Memberi penerangan ini pada sebagian mereka, bahkan selama tujuh malam, dan sebagian lagi lebih dari tujuh malam,
  3. Orang-orang yang memandikan mayat membaca zikir-zikir tertentu pada tiap-tiap anggota badan yang dicucinya,
  4. Memindahkan mayat untuk dikubur di tempat yang jauh agar dapat berdampingan dengan kuburan orang saleh, semisal Ahlul Bait,
  5. Menuliskan doa pada kain kafan,
  6. Menghiasi jenazah,
  7. Membawa mahkota, bunga-bunga, dan potret sang mayat di depan iring-iringan jenazah,
  8. Keyakinan sebagian orang bahwa apabila mayat termasuk orang yang saleh akan terasa ringan jenazahnya bagi para pengusungnya dan cepat perjalanan mengantarkannya.

Download:

 Download PDF atau Download Wordmirror PDFDownload PDF

31 Kesalahan Sebelum dan Sesudah Kematian

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Sebelum dan Sesudah Kematian
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Telah kita sajikan secara berseri sebelumnya seputar kesalahan dalam penyelenggaran jenazah dan yang berhubungan dengannya, kali ini dalam topik yang sama kita bentangkan bersama 31 kesalahan sebelum dan sesudah kematian, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Keyakinan sebagian orang bahwa setan mendatangi orang yang hampir mati dalam sosok kedua orang tuanya dengan mengenakan pakaian Yahudi dan Nasrani, dengan memaparkan segala bentuk millah (aliran agama) untuk menyesatkan,
  2. Membacakan surat Yasin di hadapan orang yang akan mati,
  3. Meletakkan mushaf (al-Qur’an) di atas kepala orang yang akan meninggal,
  4. Mengeluarkan (menjauhkan) orang yang sedang haid, nifas, dan yang dalam keadaan junub dari orang yang akan meninggal,
  5. Meninggalkan pekerjaan hingga tujuh hari bagi orang yang menghadiri keluarnya roh dari orang yang menjelang mati,
  6. Keyakinan sebagian orang bahwa roh orang akan mati gentayangan di sekitar tempat kematiannya,
  7. Tidak menggunakan air yang ada di rumah, termasuk yang ada di gentong. Mereka menganggap air itu najis, dengan alasan roh orang yang mati ketika keluar dari badan mencelupkan diri ke dalamnya,
  8. Membiarkan pakaian orang yang sudah mati sampai tiga hari tidak dicuci, dengan keyakinan bahwa hal itu dapat mencegah azab kubur.

Download:

 Download PDF atau Download Word

24 Kesalahan Sekitar Penguburan

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Penguburan dan Penyertanya
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Telah kita sajikan eBook 110 kesalahan sekitar ziarah kubur, 29 kesalahan sekitar ta’ziyah, dan sekarang kita sajikan 24 kesalahan sekitar penguburan, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Berzikir di sekitar keranda sang mayat sebelum dikubur,
  2. Melakukan azan ketika memasukkan mayat ke dalam liang lahat,
  3. Menyirami sang mayat dengan air kembang di kuburnya,
  4. Membaca minhaa khalaqanaakum (darinya Kami ciptakan kalian pada lemparan pertama), dan Wafiihaa nu’iidukum (dan kepadanya Kami kembalikan) pada lemparan kedua, dan waminhaa nukhrijukum taaratan ukhraa’ (dan darinya Kami keluarkan kalian pada kesempatan lain) pada lemparan ketiga,
  5. Menalkini mayat,
  6. Meletakkan makanan dan minuman di atas kuburan agar diambil oleh orang-orang,
  7. Bersedekah di kuburan,
  8. Menyirami kuburan dengan air dari arah kepala kemudian di sekitarnya, dan sisanya disiramkan di bagian tengahnya.

Download:

 Download PDF atau Download Word

29 Kesalahan Ketika Ta’ziyah

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Ketika Ta’ziyah
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Sebelumnya telah kita posting 110 kesalahan sekitar ziarah kubur, pada kesempatan ini kita posting pula kesalahan-kesalahan sekitar ta’ziyah, diantara kesalahan tersebut ialah:

  1. Berta’ziyah di kuburan,
  2. Berkumpul di suatu tempat untuk berta’ziyah,
  3. Mengundang tamu membuat makanan di rumah keluarga sang mayat,
  4. Mengundang tamu pada hari pertama, ketujuh, keempat puluh, dan genap setahun,
  5. Keluarga yang ditinggalkan membuat makanan pada hari Kamis pertama,
  6. Ucapan sebagian orang, “Makanan yang dihidangkan tidak boleh diangkat selama tiga hari tiga malam, kecuali oleh orang yang me-letakkannya sendiri.”,
  7. Berwasiat melakukan kenduri pada hari kematiannya atau sesudahnya, dan mewasiatkan pula untuk memberi uang tertentu bagi siapa saja yang membaca Al-Qur’an untuk ruhnya, atau yang ikut tasbih atau tahlilan,
  8. Berwasiat agar ada orang-orang yang bermalam di kuburannya selama kurang-lebih 40 hari,
  9. Wali orang yang meninggal bersedekah sebelum malam pertama dari kematiannya sesuai dengan kemampuannya. Bila ia tidak mampu, maka ia melakukan shalat dua rakaat dan pada setiap rakaat membaca al-Fatihah, ayat Kursi, dan membaca surat at-Takatsur sepuluh kali. Usai melakukannya, ia berdoa, “Ya Allah, aku lakukan shalat ini sedang Engkau Maha Mengetahui apa maksudku. Ya Allah anugerah-kan pahalanya untuk penghuni kubur, si Fulan sang mayat.”

Download:

 Download PDF atau Download Word

110 Kesalahan Ketika Ziarah Kubur

Nama eBook: Kesalahan-Kesalahan Ketika Ziarah Kubur
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  رحمه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Seorang muslim mestinya mengetahui kesalahan-kesalahan yang berhubungan dengan agama, bukan untuk mengamalkannya namun untuk terhindar dari berbagai kesalahan tersebut.

Berbagai kesalahan (baca: bid’ah) dalam urusan agama berpangkal dari beberapa masalah berikut:

  1. Setiap perkara yang menyalahi As-Sunnah, baik berupa ucapan, amalan, maupun akidah, sekalipun dari hasil ijtihad,
  2. Setiap perkara yang dijadikan sarana untuk ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, sementara Rasulullah telah melarangnya,
  3. Setiap perkara yang tidak mungkin disyariatkan kecuali dengan nash (dalil)namun tidak ada nashnya—maka itu termasuk perkara bid’ah, kecuali bila amalam sahabat,
  4. Adat-adat orang kafir yang dimasukkan ke dalam peribadahan,
  5. Apa-apa yang dikatakan ulama kontemporer (sekarang) sebagai amalan mustahab (disukai/sunnah) tanpa adanya dalil,
  6. Setiap tata cara peribadatan yang dijelaskan lewat hadits dhaif (lemah) atau maudhu’ (palsu),
  7. Segala sikap berlebihan (ghuluw) dalam peribadahan,
  8. Setiap peribadahan yang dimudahkan oleh syariat, kemudian dibatasi oleh orang-orang, seperti tempat, waktu, atau tata cara dan hitungan-nya.

Dalam eBook ini penulis -semoga Allah merahmatinya- menyebutkan 110 kesalahan yang umum dilakukan oleh kaum muslimin diberbagai negeri, kesalahan-kesalah tersebut sangat variatif mulai yang ringan sampai kesalahan yang berbentuk syirik, semoga kita terhindar dari semuanya,  amin…

Download:

 Download PDF atau Download Word

eBook Natal dan Tahun Baru_Update-2

الْحَمْدُ اللهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَـمِيْنْ، وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى النَّبِيِّ الرَّحْمَةِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَيْنَ، أَمَّ بَعْدُ

Pada kesempatan yang mulia ini, kami dapat melakukan update ke-2 eBook tentang Natal dan Tahun Baru, adapun isi dari eBook ini (point yang berwarna biru adalah eBook baru):

A. Fatwa Para Ulama Tentang Natal

1. Fatwa MUI
2. Fatwa Al-Lajnah al-Da’imah li al-Buhuts al-‘llmiyyah wa al-lfta’
3. Fatwa Syaikh bin Baz
4. Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin

B. Mengucapkan Selamat Natal, Perbutan Baik?
C. Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal ?
D. Seorang Mukmin Tidak Ikut Merayakan Hari Raya Orang Kafir
E. Hukum Ikut Merayakan Imlek (Tahun Baru Orang Tioghoa)
F. Larangan Wala’ Kepada Kaum Kafirin
G. Hukum Perayaan Tahun Baru
H. 10 Kerusakan Perayaan Tahun Baru

Kami berharap agar kita semua terhindar dari makar para musuh Allah عزّوجلّ dan kita berdo’a semoga kita diwafatkan Allah ta’ala diatas Islam dan sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, amin….

Download:

Download CHM mirror Download CHM  atau Download ZIP

Versi DOC dan PDF memuat eBook poin D dan E

 Download PDF atau Download Word