Tafsir Ringkas Surat At-Tiin

Nama Ebook: Tafsir Ringkas Surat At-Tiin-سورة التين
Penulis : Syaikh Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi

Allah عزّوجلّ berfirman:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

١. وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ

٢. وَطُورِ سِينِينَ

٣. وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ

٤. لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

٥. ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Khutbah: Kewajiban Kita Terhadap Al-Aqsha

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Perlu kita ketahui, bahwa Baitul Maqdis adalah qiblat pertama kaum Muslimin. Rasalullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat menghadap Baitul Maqdis di Mekkah selama 13 tahun; dan 17 bulan setelah beliau hijrah ke Madinah. Jelas sekali, ada keterkaitan kuat antara Masjidil Haram dengan Masjidil Aqsha. Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha adalah masjid yang pertama kali diasaskan di muka bumi, untuk beribadah dan mentauhidkan-Nya. Dalam hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً

“Ya Rasulallah!. Masjid apakah yang dibangun pertama kali?’ Beliau menjawab: ‘Masjidil Haram’. Aku bertanya lagi: ‘Lalu apa?’ Beliau menjawab: ‘Masjidil Aqsha’. Aku bertanya lagi: ‘Berapa rentang waktu antara keduanya?’ Beliau menjawab: ‘Empat puluh tahun'” (Muttafaq alaih)

Hanya ada tiga Masjid di muka bumi ini yang diperbolehkan menyengaja safar untuk beribadah didalammnya, salah satunya Masjidil Aqsha, Rasulullah bersabda:

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا  وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

Tidak boleh menyengaja melakukan perjalanan (dengan tujuan ibadah) kecuali menuju ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. (Muttafaq alaih)

Setelah berabad-abad bumi Syam (termasuk Palestina) dimana Baitul Maqdis berdiri berada dibawah kekuasaan kaum muslimin, maka dimasa kita ini (karena kelemahan dan jauhnya kita dari Islam yang murni) kita diuji dengan dikuasainya negeri tersebut oleh para Zionis Yahudi, tentu kita tidak rela dengan hal ini, maka apakah kewajiban kita, simak khutbah Jum’at ini…

Download:
 Download PDF mirror  Download PDF

Ka’ab bin ‘Ujrah al-Anshari

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Dalam sejarah Islam, golongan Anshar telah merengkuh keutamaan sangat besar dengan menjadi penolong Nabi dan kaum Muhajirin dengan memberikan tempat tinggal dan bersiap sedia untuk membela Islam dan kaum Muslimin.

Tokoh kita sekarang ini termasuk salah satu Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berasal dari golongan Anshar yang telah Allah Azza wa Jalla puji dalam al-Quranul Karim. Bahkan ia pun masuk jajaran Sahabat yang masyhur. la pun termasuk orang-orang yang berbaiat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada Baiatur Ridhwan.

la adalah Ka’ab bin ‘Ujrah al-Anshari as-Salimi al-Madani radhiyallahu ‘anhu. Berkunyah Abu Muhammad atau Abu ‘Abdillah atau Abu Ishaq.

Salah satu teladan dari beliau -semoga Allah meridhainya- ialah pengagungannya terhadap sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia menganggapnya sebuah perkara yang agung hingga mesti dihadiahkan kepada generasi berikutnya, Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan hadits dalam Shahihnya melalui jalur ‘Abdur Rahman bin Abi Laila rahimahullah. la mengatakan: Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu menjumpaiku, lalu ia berkata, ‘Maukah kamu aku beri hadiah yang aku dengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka, aku menjawab, “Ya. Hadiahkanlah itu kepadaku” Kemudian ia berkata, “Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kami mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah mengucapkan shalawat kepada engkau wahai Ahlil Bait?. (Karena) sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengajarkan kepada kami untuk mengucapkan salam kepada (Engkau)’!, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ucapkanlah oleh kalian:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad dan  keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung. Ya Allah berilah karunia kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung.”‘

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

40 Hadits Keutamaan Al-Qur’an

Nama eBook: 40 Hadits Keutamaan Al-Qur’an
Penulis: Syaikh Abu Muhammad al-Biqa’i asy-Syami al-Atsari

Pengantar:

Segala puji milik Allah yang Maha Esa tempat bersandar segala urusan yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak ada yang sepadan dengan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada sebaik-baik manusia di permukaan bumi, kepada keluarganya dan para shahabatnya sebagai umat terbaik, dan yang mengikuti mereka dengan baik.

Berikut ini kumpulan sebagian hadits-hadits pilihan tentang keutamaan Al-Qur`an, semoga semakin menambah semangat kita membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, amin..

عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: أَبْشِرُوا وَأَبْشِرُو! أَلَيْسَ تَشْهَدُونَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ؟ قَالُوا: نَعَمْ، قَالَ: فَإِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ سَبَبٌ طَرَفُهُ بِيَدِ اللَّهِ وَطَرَفُهُ بِأَيْدِيكُمْ، فَتَمَسَّكُوا بِهِ، فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوا وَلَنْ تَهْلِكُوا بَعْدَهُ أَبَدًا

  1. Dari Abu Syuraih Al-Khuza’i radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui kami lalu bersabda, “Bergembiralah dan bergembiralah kalian! Bukankah kalian bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah?” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Al-Qur`an ini ujungnya terhubung di tangan Allah dan ujung yang lain terhubung di tangan kalian, maka pegang teguhlah ia, karena kalian tidak akan tersesat dan binasa setelah itu selamanya.” [Shahih: Shahîh Ibnu Hibbân (no. 122, I/329), Mushannaf Ibnu Abî Syaibah (no. 30006, VI/125), Al-Mu’jam Al-Kabîr Ath-Thabarânî (no. 491, XXII/108), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 201, II/352)]

عَنْ عِمْرَانِ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّهُ مَرَّ عَلَى قَاصٍ يَقْرَأُ ثُمَّ سَأَلَ، فَاسْتَرْجَعَ ثُمَّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ قَرَأَ القُرْآنَ فَلْيَسْأَلِ اللَّهَ بِهِ، فَإِنَّهُ سَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يَقْرَءُونَ القُرْآنَ يَسْأَلُونَ بِهِ النَّاسَ

  1. Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, dia melewati seorang tukang cerita sedang membaca Al-Qur`an untuk meminta-minta, lalu Imran membaca istirja’ (inna lillahi dst–penj) kemudian berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca Al-Qur`an, hendaklah meminta kepada Allah dengannya. Sungguh akan datang beberapa kaum yang membaca Al-Qur`an untuk meminta-minta kepada manusia.” [Hasan: Sunan At-Tirmidzî (no. 2917, V/175), Al-Mu’jam Al-Kabîr Ath-Thabarânî (no. 374, XVIII/167), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2627, II/533)]

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَفِينَا الأَعْرَابِيُّ وَالأَعْجَمِيُّ، فَقَالَ: اقْرَءُوا فَكُلٌّ حَسَنٌ، وَسَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يُقِيمُونَهُ كَمَا يُقَامُ الْقِدْحُ، يَتَعَجَّلُونَهُ وَلاَ يَتَأَجَّلُونَهُ

  1. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui kami saat kami sedang membaca Al-Qur`an dan di tengah kami ada orang Arab dan orang non-Arab, lalu beliau bersabda, “Bacalah oleh kalian dan masing-masing adalah kebaikan. Akan datang nanti beberapa kaum yang menegakkannya sebagaimana tegaknya bejana. Mereka bersegera (dalam mengamalkannya) dan tidak berlambat-lambat.” [Hasan: Sunan Abû Dâwud (no. 830, I/220), Musnad Ahmad (no. 14898, III/257), dan Syu’abul Iman Al-Baihaqî (no. 2642, II/835)]

Silahkan baca selengkapnya pada link download dibawah ini:
Versi 1: Download PDFatau Download Word
Versi 2: Download PDFatau Download Word
Versi Pustaka Syabab: Download PDF atau Download Word
Versi CHM: Download CHM atau Download ZIP

Hadits Tentang Keutamaan Surat Az-Zalzalah

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Pada kesempatan yang mulia ini kami ketengahkan beberapa hadits yang disandarkan kepada nabi  tentang keutamaan surat az-Zalzalah, diantaranya:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا زُلْزِلَتْ تَعْدِلُ نِصْفَ الْقُرْآنِ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Surat az-Zalzalah setara dengan setengah al-Qur’an.”

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ إِذَا زُلْزِلَتْ عُدِلَتْ لَهُ بِنِصْفِ الْقُرْآنِ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca surat az-Zalzalah disetarakan dengan setengah al-Qur’an.”

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَرَأَ إِذَا زُلْزِلَتْ فِي لَيْلَةٍ كَانَتْ لَهُ بِعَدْلِ نِصْفِ الْقُرْآنِ

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa yang membaca surat al-Zalzalah pada satu malam, Bacaannya itu setara dengan setengah al-Qur’an.”

Bagaimanakah status riwayat-riwayat ini, silahkan untuk menyimak lebih lanjut dalam eBook berikut…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Doa-Doa Menjenguk Orang Sakit

Nama eBook: Doa-Doa Rasulullah Ketika Menjenguk Orang Sakit
Penulis: Ustadz Ubu Minhal, Lc حفظه الله

Alhamdulillah, kita bertahmid memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya. Sholawat serta salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari berbangkit.

Islam sangat memperhatikan terjalinnya hubungan yang baik lagi akrab antara sesama komponen umatnya seluruhnya. Hubungan yang baik itu akan berdampak sangat positif pada keutuhan dan kesatuan umat, dengan lenyapnya hal-hal yang berpotensi melemahkan ukhuwah Islamiyyah, seperti sifat hasad, saling benci, adu-domba dan lain-lain. Untuk tujuan mulia tersebut, banyak petunjuk Islam yang digariskan bagi umatnya agar mereka praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

‘lyadatul maridh (menjenguk orang sakit) termasuk perkara yang dianjurkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم untuk dibiasakan oleh kaum Muslimin. Bahkan, aktifitas tersebut masuk kategori hak seorang Muslim atas sesama Muslim lain untuk ditunaikannya.

Kehadiran penjenguk baik dari karib-kerabat maupun teman-teman sejawat sangat berharga sekali bagi hati orang-orang yang sakit, Oleh karena itu, disyariatkan menjenguk orang sakit untuk berempati terhadap keadaan orang tersebut dan membantu meringankan apa yang mereka alami. Apalagi, bila para penjenguk datang dan mengungkapkan kata-kata yang menenangkan hatinya, memompa semangat hidupnya dan mengingatkannya tentang pahala dari Allah عزّوجلّ melalui penyakit yang dideritanya itu.

Selain itu, kata-kata menyenangkan di telinga orang yang sakit adalah doa-doa yang terlantunkan oleh lisan orang-orang yang menjenguk. Dan inilah [dalam eBook berikut] sebagian doa yang Rasulullah صلى الله عليه وسلم ucapkan bagi orang-orang sakit saat menjenguk mereka atau doa-doa yang Beliau anjurkan untuk diucapkan kepada orang yang sakit.

Semoga Allah عزّوجلّ menyembuhkan orang-orang sakit dari kalangan kaum Muslimin dan menetapkan bagi mereka kesehatan dan keselamatan, amin…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Keutamaan Sholat

Nama eBook: Keutamaan SHALAT
Penulis: Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al-Qahthani

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Shalat memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Dia adalah tiang agama juga batas pemisah antara keislaman dengan kekufuran dan kemunafikan. Oleh karena itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberikan perhatian ekstra terhadap masalah shalat. Beliau صلى الله عليه وسلم memberikan contoh pelaksanaan-nya secara detail, dari awal sampai akhir, dari takbir sampai salam.

Ini semua menunjukkan pentingnya shalat dalam Islam. Harusnya ini sudah cukup sebagai motivasi bagi kita kaum Muslimin untuk selalu bersemangat dalam melaksanakan shalat. Terlebih jika kita memperhatikan berbagai keistimewaan shalat, maka tidak ada alasan Lagi bagi kita untuk bermalas-malasan dalam melaksanakannya.

Dalam eBook berikut kami hadirkan enambelas point dari keutamaan-keutamaan tersebut,  semoga semakin memicu semangat kita untuk terus mempelajari dan berusaha maksimal untuk melaksanakannya dengan sebaik mungkin.

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Hadits Palsu: Keutamaan Mencium Kening Ibu

Nama eBook: Hadits Palsu: Keutamaan Mencium Kening Ibu
Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc حفظه الله

Bismillah. Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, serta orang-orang yang selalu istiqomah dalam memegang teguh ajarannya yang murni hingga akhir zaman.

Berbakti kepada orang tua terutama ibu adalah kewajiban yang diperintahkan agama kepada setiap muslim, salah satu contohnya adalah hadits dari Abu Hurairah رضي الله عنه dia mengatakan, “Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ ثُمَّ أُمُّكَ ثُمَّ أُمُّكَ ثُمَّ أَبُوكَ ثُمَّ أَدْنَاكَ

Wahai Rasulullah! Siapakah orang yang paling berhak atau pantas untuk mendapat perlakuan baik (dariku)? Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, lalu setelah itu ayahmu, kemudian orang-orang yang terdekat denganmu.” (HR. Muslim)

Sangat banyak hadits dan riwayat dari salafush sholeh tentang keutamaan berbakti kepada orang tua terutama ibu, hanya saja banyak pula hadits-hadits lemah atau palsu dalam hal ini, diantaranya:

رُوِيَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسِ رضي الله عنهمَا أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَبَّلَ بَيْنَ عَيْنَيْ أُمِّهِ كَانَ لَهُ سَتْرًا مِنَ النَّارِ

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas رضي الله عنهما bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Barangsiapa mencium (kening) di antara kedua mata ibunya maka itu akan menjadi penghalang baginya dari api Neraka.”

Simak keterangan dalam eBook ini tentang alasan bahwa hadits ini adalah palsu dan semoga kita bukan orang yang melariskan hadits lemah apatah lagi hadits dan kisah palsu, karena tempat kembalinya adalah neraka…

Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Urwah bin Zubair bin Awwam

Nama eBook: Urwah bin Zubair رحمه الله
Penyusun: Ustadz Abu Faiz Sholahuddin حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah Rabb sekalian alam. Sholawat dan salam bagi nabi utusan-Nya Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kemudian.

Pada zaman tabi’in (murid para sahabat) dikota madinah terkenal sebutan fuqoha as-sab’ah (tujuh tokoh fiqih terkemuka kota Madinah), dan posting kita kali ini memuat biografi salah satu dari mereka yakni Abu Abdillah al-Madani al-Faqih Urwah bin Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdil Uzza bin Qushoy al-Qurosyi al-Asadi.

Ayah beliau, Zubair bin Awwam رضي الله عنه, adalah salah satu sahabat dekat dan pilihan Rosululloh صلى الله عليه وسلم. Zubair رضي الله عنه merupakan orang yang pertama kali menghunuskan pedangnya untuk Islam dan beliau adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira dengan surga (asyroh al-mubasyarina bil Jannah).

Sementara itu, ibu beliau adalah Asma’ binti Abi Bakr رضي الله عنها, seorang shohabiyah terkemuka yang telah populer menyandang gelar dzatu nithoqoin, bibi Urwah bin Zubair adalah Ummul Mukminin Aisyah رضي الله عنها, kekasih tercinta dari orang yang paling ia cintai (Nabi Muhammad  صلى الله عليه وسلم) melebihi cintanya kepada keluarganya bahkan kepada dirinya sendiri. Tatkala sang bibi tersebut harus meninggalkannya maka beliau sendirilah yang turun ke kuburnya dan meratakan liang lahat dengan kedua tangannya.

Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Adab dan Sejarah Penulisannya

Nama eBook: Keutamaan Adab dan Sejarah Penulisannya
Penulis: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada

Pengantar:

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga dan sahabatnya dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Sesungguhnya adab yang berlandaskan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagaimana telah dititi oleh generasi awal Islam adalah hal yang sangat dibutuhkan terutama pada zaman sekarang ini. Para ulama terdahulu yang mulia sangat perhatian dalam masalah adab ini, berikut sebagian kutipannya:

Dikatakan kepada Imam asy-Syafi’i: “Bagaimana hasratmu terhadap adab? Dia menjawab: “Aku mendengar satu huruf dari adab yang belum pernah aku dengar, maka seluruh anggota badanku ingin memiliki pendengaran hingga dapat merasakan kenikmatan mendengarnya.” Dikatakan; “Bagaimana keinginanmu untuk mendapatkannya?” Dia menjawab: “Seperti keinginan seorang wanita yang kehilangan anaknya, sedang ia tidak memiliki anak selainnya.”

Adz-Dzahabi رحمه الله menyebutkan: “Bahwasanya majelis Imam Ahmad dihadiri oleh Lima ribu orang, Lima ratus diantaranya mencatat, sedangkan selebihnya mengambil manfaat dari perilaku, akhlak, dan adab beliau”

Begitu pentingnya masalah Adab ini sehingga para ulama menuliskan kitab khusus atau menuliskan Adab dalam kitab-kitab mereka, salah satunya Adabul Mufrad karya imam yang mulia Imam Bukhari rahimahullah…

Selain tema diatas, dalam eBook kali ini kami sertakan pada versi CHM ‘Barometer Akhlak Mulia’ tulisan ustadz Muhammad Zaen, MA., selamat menikmati….

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Download Barometer Akhlak Mulia:

Download PDF atau Download Word