Tafsir Surat Al-Insyiqaaq

Nama eBook: Tafsir Surat Al-Buruuj (Gugusan Bintang)
Penulis: Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ. وَأَذِنَتْ لِرَبِـّهَا وَحُقَّتْ. وَإِذَا الأرْضُ مُدَّتْ. وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَـخَلَّتْ. وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ. يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلاقِيهِ. فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ. فَسَوْفَ يُـحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا. وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا. وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ. فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا. وَيَصْلَى سَعِيرًا. إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا. إِنَّهُ ظَنَّ أَنْ لَنْ يَحُورَ. بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا. فَلا أُقْسِمُ بِالشَّفَقِ. وَاللَّيْلِ وَمَا وَسَقَ. وَالْقَمَرِ إِذَا اتَّسَقَ. لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ. فَمَا لَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ. وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لا يَسْجُدُونَ . بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُكَذِّبُونَ. وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ. فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ.

Baca pos ini lebih lanjut

Tafsir Surat Al-Buruuj

Nama eBook: Tafsir Surat Al-Buruuj (Gugusan Bintang)
Penulis: Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ. وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ. وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ. قُتِلَ أَصْحَابُ الأخْدُودِ. النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ. إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ. وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ. وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ. الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ. إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ. إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ. إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ. إِنَّهُ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ. وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ. ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدُ. فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ. هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْجُنُودِ. فِرْعَوْنَ وَثَمُودَ. بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي تَكْذِيبٍ. وَاللَّهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌ. بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ. فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ.

Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari yang dijanjikan, dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, Maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; Itulah keberuntungan yang besar.  Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras. Sesungguhnya Dia-lah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali). Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, yang mempunyai ‘Arsy, lagi Maha mulia, Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang, (Yaitu kaum) Fir’aun dan (kaum) Tsamud? Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan, padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka. bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. (QS. Al-Buruuj/85: 1-22)

Simaklah tafsir dari surat al-Buruuj ini, dan semoga kita semakin bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Tafsir Surat Al-Fajr

Nama eBook: Tafsir Surat al-Fajr (Waktu Fajar)
Penulis: Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله

Imam an-Nasa’i rahimahullah dengan sanadnya meriwayatkan dari Jabir radhiyallahu anhu, dia berkata:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. وَالْفَجْرِ. وَلَيَالٍ عَشْرٍ. وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ. وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ. هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ. أَلَـمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ. إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ. الَّتِي لَـمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلادِ. وَثَـمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ. وَفِرْعَوْنَ ذِي الأوْتَادِ. الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلادِ. فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ. فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ. إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ.فَأَمَّا الإنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ. وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ. كَلا بَل لا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ. وَلا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ. وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلا لَمًّا. وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا.كَلا إِذَا دُكَّتِ الأرْضُ دَكًّا دَكًّا. وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا. وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى. يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي. فَيَوْمَئِذٍ لا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ. وَلا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ. يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ. ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً. فَادْخُلِي فِي عِبَادِي. وَادْخُلِي جَنَّتِي.

Demifajar, dan malam yang sepuluh, dan yanggenap dan yang ganjil, dan malam bila berlalu. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabb-mu berbuat terbadap kaum ‘Aad, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yangtinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain, dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu yang besar di lembah, dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak), yang berbuat sewenang-wenang dalam negerinya, lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu, karena itu Rabb-mu menimpakan kepada mereka cemeti adzab, sesungguhnya Rabb-mu benar-benar mengawasi. Adapun manusia apabila Rabb-nya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Rabb-ku telah memuliakanku.” Adapun bila Rabb-nya mengujinya lalu membatasi rizkinya, maka dia berkata: “Rabb-ku menghinakanku.” Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak sating mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang bathil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Rabb-mu; sedang Malaikat bershaff-shaff. dan pada hari itu diperlihatkan Neraka Jahannam; danpada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.” Maka pada hari itu tidak ada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tidak ada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya. Wahaijiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yangpuas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Surga-Ku. (QS. Al-Fajr/89: 1-30)

Simaklah tafsir dari surat al-Fajr (Fajar) ini, dan semoga kita semakin dekat kepada Allah Azza wa Jalla, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Tafsir Surat al-Balad

Nama eBook: Tafsir Surat al-Balad
Penulis: Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . لا أُقْسِمُ بِهَذَا الْبَلَدِ . وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَذَا الْبَلَدِ . وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ . لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي كَبَدٍ . أَيَحْسَبُ أَنْ لَنْ يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ . يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالا لُبَدًا . أَيَحْسَبُ أَنْ لَمْ يَرَهُ أَحَدٌ . أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ . وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ . وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ . فَلا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ . فَكُّ رَقَبَةٍ . أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ . يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ . أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ . ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ . أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ . وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ . عَلَيْهِمْ نَارٌ مُؤْصَدَةٌ.

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Makkah),  dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Makkah ini, dan demi bapak dan anaknya. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.  Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya? dan mengatakan: “Aku telah menghabiskan harta yang banyak”. Apakah Dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya? Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir. dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, tetapi Dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. tahukah kamu Apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi Makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. dan Dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat. (QS. al-Balad/ 90: 1-20)

Simaklah tafsir dari surat al-Balad (Negeri) ini, dan semoga kita semakin menadabburi firman Allah Azza wa Jalla, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Tafsir Surat al-Lail

Nama eBook: Tafsir Surat al-Lail
Penulis: Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى . وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى . وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالأنْثَى . إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى . فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى . وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى . فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى . وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى . وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى . فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى . وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّى . إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَى . وَإِنَّ لَنَا لَلآخِرَةَ وَالأولَى . فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّى. لا يَصْلاهَا إِلا الأشْقَى . الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّى . وَسَيُجَنَّبُهَا الأتْقَى . الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى . وَمَا لأحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى . إِلا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الأعْلَى . وَلَسَوْفَ يَرْضَى.

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan,  Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. dan Adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. Sesungguhnya kewajiban kamilah memberi petunjuk, dan Sesungguhnya kepunyaan kamilah akhirat dan dunia. Maka, Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,  yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, Padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha tinggi. dan kelak Dia benar-benar mendapat kepuasan. (QS. Al-Lail/92: 1-21)

Simaklah tafsir dari surat al-Lail (malam) ini, dan semoga kita mengambil pelajran dari firman Rabbul Alamin, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Keutamaan Makkah al-Mukarramah

Nama eBook: Makkah al-Mukarramah Negeri Istimewa
Penulis: Ustadz Aunur Rofiq al-Ghufron حفظه الله

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ . فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS Ali ‘Imraan [3]: 96-97) Baca pos ini lebih lanjut

Allah Maha Dekat dan Mengabulkan Doa

Nama eBook:  Tafsir Surat al-Baqarah ayat 186
Penulis: Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله

Allah ta’ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. al-Baqarah/2: 186)

Allah telah menyebutkan dirinya dekat dengan hamba-Nya, hal ini juga dijelaskan Nabi shallallahu alaihi wasallam ketika para sahabat berdoa dan berdzikir dengan suara keras: “Wahai sekalian manusia, sayangilah diri kalian, sesungguhnya kalian tidak berdo’a kepada Dzat yang tuli dan jauh. Tetapi kalian berdo’a kepada Rabb yang Mahamendengar lagi Mahamelihat. Sesungguhnya yang kalian seru itu lebih dekat kepada seorang di antara kalian dari pada leher binatang tunggangannya.”

Mari kita simak tafsir ayat ini dan wahai kaum muslimin marilah kita berdoa, berdzikir dan meminta ampun kepada-Nya, sesungguhnya Dia Mahapengampun lagi mengabukan Do’a.

Download:

Download CHMatauDownload ZIPatau Download PDF atau Download Word

Tafsir Surat al-A’laa

Nama eBook: Tafsir Surat al-A’laa
Penulis: Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i رحمه الله

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد

Dalil yang menunjukkan keutamaa surat al-A’laa adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari al-Barra’ bin ‘Azib رضي الله عنه, di mana dia berkata: “Sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم yang pertama kali datang kepada kami adalah Mush’ab bin ‘Umair dan Ibnu Ummi Maktum. Lalu keduanya membacakan al-Qur-an kepada kami. Kemudian ‘Ammar, Bilal, dan Sa’ad datang, setelah itu datang pula ‘Umar bin al-Khaththab pada (urusan) yang kedua puluh. Selanjutnya Nabi صلى الله عليه وسلم datang. Dan aku tidak pernah menyaksikan peduduk Madinah sebahagia ini, sampai-sampai aku menyaksikan anak-anak mengatakan: ‘Inilah Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah datang.’ Dan beliau tidak datang sehingga aku membaca, سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى  ‘Sucikanlah Nama Rabb-mu Yang Paling Tinggi,’ di beberapa surat yang semisalnya.”

Dan dalam kitab ash-Shahihain juga disebutkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda kepada Mu’adz رضي الله عنه:

هَلَا صَلَّيْتَ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى

“Mengapa engkau tidak mengerjakan shalat dengan membaca: “Sabbihisma Rabbikal A’laa atau wasy syamsi wa dhuhaahaa atau wal laili idzaa yaghsyaa.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari an-Nu’man bin Basyir رضي الله عنه bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam shalat dua hari raya ‘led membaca, Sabbihisma Rabbikal A’laa dan hal ataaka hadiitsul ghaasyiyah. Dan jika bertepatan dengan hari Jum’at, maka beliau membaca kedua-duanya.

Demikianlah diantara keutamaan surat yang mulia ini, tentunya karena kandungannya yang penuh makna dan pelajaran dari Allah Rabbul Alamin, selamat menyimak tafsir surat ini dan semoga kita mendapat petunjuk, amin…

Download:
Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Untaian Karya Syaikh Abdur Rozzaq al-Badr

Alhamdulillah, kami memuji Allah, menyanjung-Nya dan bersyukur kepada-Nya,  selanjutnya shalawat dan salam bagi nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan juga kepada keluarga, sahabatnya serta setiap orang yang mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman, amma ba’du

Alhamdulillah, tiada akan pernah berhenti pujian kepada Allah عزّوجلّ yang dengan kasih sayang dan pertolongannya kami dapat meng-compile eBook-eBook karya Syaikh Abdur Rozzaq al-Badr خفظه الله kedalam satu eBook (CHM) yang terdiri dari:

  1. Biografi Syaikh Abdur Rozzaq
  2. 15 Faktor Mantapnya Aqidah
  3. Keajaiban Ayat Kursi
  4. Faktor-faktor Pasang Surutnya Iman
  5. Bekal Berharga dalam Berdakwah
  6. Metode Islami Menuju Persatuan Insani
  7. 10 Kaidah Penting Tentang Istiqomah
  8. Agar Kita Selamat dari Fitnah
  9. Seorang Mukmin Ibarat Pohon Kurma
  10. Baca pos ini lebih lanjut

Pelajaran & Hikmah dari Surat al-Fatihah

Nama eBook: Pelajaran & Hikmah dari Surat al-Fatihah
Penulis: Ustadz Abdullah Haidar خفظه الله

Pengantar:

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du.

al-Fatihah adalah surat yang istimewa yang mesti kita baca minimalnya 17 kali dalam sehari, terlepas dari kwalitas bacaan dan hafalannya.

Penulis berkata:

Namun, sedemikian besar perhatian kaum muslimin terhadap surat al-Fatihah, sudahkah hal tersebut berbanding lurus dengan tingkat pemahaman mereka terhadap surat tersebut? lni yang tampaknya masih tanda tanya. Karena jujur saja, upaya untuk memahami kandungan al-Quran (tadabbur al-Quran) belum menjadi kebiasaan umum di tengah masyarakat kita. Hal tersebut dapat terjadi karena kesulitan bahasa, di mana banyak literatur yang ada masih berbahasa arab dan karenanya sulit dipahami oleh orang awam, atau karena sudah terlanjur ada image bahwa upaya tersebut hanya layak dilakukan oleh kalangan tertentu.

Baca pos ini lebih lanjut